HETANEWS

Sekeluarga Dibunuh di Bekasi, Isak Tangis tak Terbendung Menanti Jenazah Para Korban di Samosir

Ibu dari korban Gaban Nainggolan (baju hitam), tampak menangis ketika disambangi wartawan ke rumah duka, di Pangururan Samosir. (foto/stm)

Samosir,hetanews.com- Duka mendalam menyelimuti para keluarga korban, yang menanti kedatangan keempat jenazah yang tewas dibunuh dengan sadis, di rumah duka, di Hariara Tolu Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Rabu (14/11/2018).

Ketika hetanews.com mendatangi rumah orang tua korban, isak tangis masih terdengar, membuat warga (para tetangga,red) ikut larut dalam kesedihan.

Saat ini, keluarga korban masih menanti kedatangan jenazah para korban dari Bekasi yang masih di perjalanan yang diberangkatakan, pada Rabu (14/11/2018) sore tadi, pukul 17.00 WIB.

Nurhayati Hasugian yang merupakan ibu dari korban, Gaban Nainggolan, mengungkapkan kesedihan yang dialaminya akibat kejadian memilukan itu.

"Saya tidak tau lagi harus bilang apa, mengatakan kesedihan saya. Sudah empat tahun anak saya tidak pulang kampung,"ucapnya.

Selanjutnya Nurhayati juga mengucapkan hal yang paling menyedihkan yang dialaminya.

Suasana rumah orang tua korban di Samosir, menyambut kedatangan mayat dari Jakarta. (foto/stm) 

Yang  membuat saya sedih, anak saya sudah berjanji akan pulang akhir tahun ini. Hari senin malam, saya masih dihubungi anak saya untuk mengatakan, bahwa tiket pesawat sudah dibeli mau pulang kampung dan tiba tanggal  27. Lalu besoknya saya dengar kabar kejadian yang menimpa anak saya,"tutur Nurhayati mengisahkan, sambil menangis sedih.

Baca juga: Janazah 'Pembunuhan Sekeluarga' di Bekasi akan Diantar ke Samosir, Ini Persiapan Polda Sumut

"Harapan saya kepada Kapolda Metro Jaya agar menindak tegas pelaku yang tidak berperikemanusiaan itu,"harapnya.

Sebelumnya, informasi yang beredar di kalangan masyarakat Pangururan Samosir, tentang pembunuhan satu keluarga yang ditemukan tewas, di rumahnya, di Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11/2018), lalu. 

Menurut informasi yang beredar dari masyarakat Hariaratolu, korban meninggal dunia adalah Gaban Nainggolan (33), Maya Ambarita (35), Sarah Nainggolan (7), dan Arya Nainggolan (5).

Diketahui, bahwa korban merupakan warga asal Hariaratolu, desa Parsaoran I, kecamatan Pangururan. Korban Gaban Nainggolan adalah adik kandung dari Saborang Nainggolan, warga Hariaratolu Pangururan.

Penulis: stm. Editor: gun.