HETANEWS

Dua Bandar Sabu Ini Disergap Polisi

Kedua tersangka diamankan (atas) dan barang bukti yang disita (bawah). (foto/david siman)

Tebingtinggi, hetanews.com - Dua pelaku yang diduga sebagai kurir narkoba jenis sabu, berhasil ditangkap Satresnarkoba Polres Tebingtinggi di tempat dan waktu berbeda.

Hal itu disampaikan Kasubag Humas Polres Tebingtinggi, Iptu. J. Nainggolan dalam paparannya pada awak media di Ruang Humas Polres, Rabu (14/11/2018) sekitar pukul 11.00 WIB.

Muhammad Nasrul alias Arul (34), warga Jalan Pringgan, Dusun V Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai ditangkap Selasa (6/11/2018) sekitar pukul 01.00 WIB saat berada di pinggir jalan seputaran Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, tepatnya di depan Perumahan PTPN III Kebun Rambutan.

Tersangka ditangkap setelah polisi mendapat informasi bahwa pelaku sering membawa narkoba di lokasi. Pada saat mau ditangkap, pelaku mencoba melarikan diri sembari membuang sabu tersebut. 

"Namun pelaku dengan sigap berhasil kita amankan beserta barang bukti 3 paket sabu yang dibungkus plastik klip transparan dengan berat kotor 2,7 gram dan 1 unit HP merk Samsung warna biru hitam. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Tebingtinggi guna dilakukan pemeriksaan," terang Nainggolan.

Kepada penyidik, Nasrul mengakui bahwa sabu itu miliknya yang baru ia beli dari Abang, warga Kampung Semut, Kota Tebingtinggi seharga Rp500 ribu.

Sementara  Ayong (37), warga Jalan Senangin, Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota, ditangkap Sabtu (3/11) sekitar pukul 19.00 WIB di Jalan Harsyihab, Kota Tebingtinggi, tepatnya di belakang warung nasi Ria.

Pelaku ditangkap setelah polisi yang menyamar memesan sabu seharga 
Rp300 ribu kepada pelaku. Dan oleh  pelaku kemudian menyerahkan sabu pesanan tersebut. 

"Saat itulah pelaku langsung kita amankan beserta barang bukti 1 bungkus plastik klip transparan berisi sabu dengan berat kotor 0, 26 gram, alat hisap sabu berupa kaca pirex dan 1 buah jarum beserta uang sebesar Rp15 ribu," bebernya. 

Kepada penyidik, Ayong mengakui sabu tersebut ia beli dari Noval, warga Simpang Medan seharga Rp300 ribu.

Keduanya akan dikenakan Pasal 114 ayat 112 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: david siman. Editor: anto.