HETANEWS

Akhirnya, Tim Gabungan Segel Pool Paradep Taksi dan Simpati

Petugas Satpol PP menyegel pintu masuk pool Paradep Taksi di Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (13/11/2018). (foto/tim)

Medan, hetanews.com - Tim Gabungan Pemko Medan memberikan tindakan tegas dengan menyegel pool Paradep Taksi dan Simpati di Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (13/11/2018). Kedua perusahaan angkutan itu tidak mengindahkan tiga surat peringatan yang mengimbau pengelola menutup terminal liar tersebut.

Penertiban yang dilakukan tim gabungan dari Satpol PP, Dishub, TNI dan Polri serta personel Kecamatan Medan Kota ini sempat ricuh. Pasalnya, tim gabungan pimpinan Kasat Pol PP Medan, HM. Sofyan bersama Kadishub Kota Medan, Renward Parapat mendapat penolakan dari pemilik beserta sejumlah pekerjanya.

“Saya tidak mau ini (terminal liar) disegel. Sebab saya tinggal di sini dan juga memiliki usaha lain seperti usaha ekspedisi dan menjual makanan dan minuman. Jadi pintu ini merupakan satu-satunya akses keluar masuk. Apabila disegel bagaimana kami nanti,” kata pria berpostur tinggi dengan nada tinggi.

Namun Sofyan bergeming terhadap penjelasan pemilik Paradep Taksi. Dia tetap memerintahkan tim gabungan untuk menggembok pintu pagar terminal liar dengan menggunakan rantai besi, diikuti pemasangan garis polisi.

Ketika proses penyegelan, pengusaha dibantu sejumlah karyawannya menghalangi tim gabungan sehingga terjadi dorong-mendorong. Untuk mengatasi hal itu, TNI dan Polri diminta untuk mengamankan, sehingga proses penyegelan dapat berlangsung dengan lancar.

Lalu tim diperintahkan mengangkut barang bukti berupa kursi dan meja pool ke dalam truk untuk dibawa ke markas. Sofyan selanjutnya meminta anggotanya untuk memarkir 1 unit truk Sat Pol PP di depan pool Paradep Taksi, untuk menghalangi terminal tersebut beroperasi kembali.

Selanjutnya, tim kembali bergerak menuju pool Simpati yang juga memiliki indikasi melakukan pelanggaran serupa. Hanya saja, tim gabungan tidak banyak mendapat perlawanan. Setelah melakukan tindakan persuasif, pengusaha angkutan umum Simpati bersedia dilakukan penyegelan dan berjanji tidak akan mengoperasikan terminal liarnya.

Usai penyegelan dua terminal liar tersebut, Kasat Pol PP mengaku  tim gabungan akan terus menindaktegas dan memproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku jika masih ada pengusaha angkutan masih nekat mengoperasikan terminal liar.

”Kali ini tim gabungan tidak akan bernegosiasi dan akan terus bertindak bagi pengusaha angkutan yang tidak patuh terhadap peraturan. Saya dan tim gabungan akan terus mengawasi hingga terminal liar benar-benar tertib,” tegas Sofyan. 

Penulis: tim. Editor: anto.