HETANEWS

Komisi III DPRD Simalungun akan Panggil PT SBSJJ dan Pihak Pemberi Izin

Anggota Komisi III DPRD Simalungun, Bernhard Damanik. (foto/dok.hetanews).

Simalungun,hetanews.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Simalungun, melalui anggota Komisi III, Bernhard Damanik, menghimbau pihak berwajib untuk mengusut polemik hutan register 18, di Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan.

Hal itu disampaikan politisi partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini, menanggapi konfirmasi wartawan, perihal laporan dugaan pelanggaran UU No 41 Tahun 1999 yang dilakukan PT Sumber Bumi Sawit Jadi Jaya (SBSJJ) oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Agresi).

"Silahkan proses hukum itu dijalani, ketika dalam peta SK 579 Tahun 2014 tentang penunjukan kawasan hutan dan ada pihak yang melaporkan ada pendudukan kawasan hutan, kita minta pihak berwajib untuk melakukan penelusuran mengenai hal itu," paparnya.

Menurut Bernhard, pihaknya selama ini sudah menghimbau para investor dan calon investor yang akan menanamkan modal, di Kabupaten Simalungun, untuk mengikuti kaidah-kaidah hukum penerbitan izin.

"Kita dari DPRD selalu menghimbau kepada investor-investor untuk menaati aturan bila ingin berinvestasi di Simalungun," ujarnya.

Baca juga: LSM Agresi Desak Poldasu Segera Proses PT SBSJJ

Disinggung, langkah apa yang akan diambil pihak DPRD Simalungun, bila pihak kepolisian berhasil menemukan bukti adanya pelanggaran hukum oleh PT SBSJJ, Bernard mengatakan, akan memanggil pihak terkait yang menerbitkan izin.

"Iya, bila surat itu sampai di DPRD, kita akan meminta pemerintah daerah untuk meninjau ulang mengenai penerbitan izin PT SBSJJ itu,"terangnya.

Sementara itu, hingga hari ini, pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), melalui Subdit Tipiter, belum melakukan pemeriksaan terhadap pihak PT SBSJJ.

Dilain pihak, PT SBSJJ melalui S alias Senghuat yang diduga sebagai pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS), berkapasitas 30 ton per jam itu, belum menjawab konfirmasi wartawan, mengenai perusahaan miliknya yang tengah menjadi sorotan.

Penulis: pranoto. Editor: gun.