HETANEWS

Putusan Banding Perberat Hukuman Rita Si Bandar Sabu

Terdakwa Rita saat sidang di PN Simalungun beberapa waktu lalu. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Masih  ingat kasus Rita Siregar, seorang bandar sabu yang divonis 2 tahun oleh Ketua PN Simalungun, Lisfer Berutu, beberapa waktu lalu. Vonis tersebut naik menjadi 4 tahun, setelah terdakwa dan jaksa banding.

Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Sumut, Sabungan Parhusip, Dharma E Damanik, Minton Sirait, pada sidang (31/10/2018) memperberat hukuman  Rita Haryati Siregar (39) menjadi 4 tahun. Warga Jalan Cokroaminoto Gang Lokomotif, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar ini terbukti memiliki 3,78 gram sabu.

Selain pidana 4 tahun, terdakwa  juga didenda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. Dua unit mobil dikembalikan kepada terdakwa. Terdakwa dipersalahkan hakim melanggar Pasal 112 (1) UURI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.          

Vonis tersebut masih sangat ringan dibandingkan tuntutan jaksa David L. Sipayung, yang menuntut pidana penjara selama 8 tahun dan denda yang sama dengan putusan banding.

Sebelumnya terungkap di persidangan, terdakwa sempat melarikan diri pada Kamis, 22 Pebruari 2018 saat anggota Satnarkoba Polres Simalungun menggerebek rumahnya. Saat petugas bersama pemerintah setempat (RW) Irwansyah membuka paksa rumah korban hanya menemukan 2 anaknya yang masih kecil di dalam kamar.       

Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menyita 8 plastik klip berisi sabu, 1 plastik besar sabu, 60 plastik klip kosong, pisau, gunting, lakban hitam dan putih. Dari mobil minibus KIA BK 1811 GA milik terdakwa ditemukan 4 paket sabu. Sedangkan dari mobil Toyota Avanza BK 1473 QV milik terdakwa ditemukan 5 paket sabu dan 8 plastik klip kosong.       

Polisi berhasil menangkap Rita pada Jumat, 2 Maret 2018 pukul 11.00 WIB di depan rumah saksi Irwansyah dengan barang bukti uang Rp24.400.000. Petugas menggerebek rumah Rita berdasarkan pengembangan kasus atas tertangkapnya terdakwa David yang mengakui telah membeli sabu dari Rita.

Penulis: ay. Editor: anto.