HETANEWS

Fakta Kasus Baiq Nurul, Korban Pelecehan Seksual yang Sempat Bebas Kini Terancam Dibui

Baiq Nuril terancam hukuman penjara 6 bulan dan denda 500 juta

Baiq Nuril, staf honorer yang divonis bebas atas kasus pelanggaran UU ITE pada tahun 2017 lalu, kini terancam hukuman.

Hal tersebut lantaran Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi dari Kejaksaan Tinggi NTB. Baiq Nuril adalah staf honorer asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban pelecehan seksual kepala sekolahnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Mataram memvonis bebas Nuril. Namun kini, wanita berusia 36 tahun itu menghadapi ancaman penjara enam bulan kurungan serta denda Rp 500 juta.

Berikut fakta-fakta tentang kasus yang menjerat Baiq Nuril.

1. Terancam pidana bui selama 6 bulan

Putusan kasasi MA nomor 574K/PID.SUS/2018, tanggal 26 September 2018 menyatakan, mengabulkan permohonan kasasi dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Mataram dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Mataram sebelumnya yang memvonis bebas Nuril.

Dalam putusan kasasi tersebut, Nuril dinyatakan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana ITE dan terancam pidana penjara enam bulan kurungan serta denda Rp 500 juta. Dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

2. Jadi korban pelecehan

Pada 2017, Nuril dilaporkan oleh atasannya atas tuduhan penyebaran rekaman telepon yang mengandung unsur asusila.

Baiq Nuril adalah seorang tenaga honorer TU di SMA 7 Mataram. Saat itu, Nuril merekam cerita perselingkuhan atasan dengan bendaharanya.

Kemudian rekan Nuril menyalin dan menyebarkan rekaman tersebut. Ia sempat menjadi tahanan kota dan setelah pembacaan vonis pada Rabu (26/7/2018), Nuril dibebaskan.

Pada kasus Baiq Nuril sebenarnya, ia adalah korban pelecehan. Video pelecehan tersebut tersebar bukan oleh tangan Nuril. Namun Baiq Nuril justru malah balik dilaporkan oleh atasannya.

3. Meminta perlindungan pada Presiden

Atas kasus yang menimpanya, Baiq Nuril juga meminta perlindungan Presiden Jokowi. ''Untuk Pak Presiden, saya cuma minta keadilan, karena saya di sini cuma korban."

"Apa saya salah kalau saya mencoba membela diri saya dengan cara-cara saya sendiri? Saya minta keadilan,'' ucap Nuril.

4. Dapat dukungan dari banyak pihak

Pada kasus tahun lalu, Baiq Nuril mendapat dukungan dari berbagai pihak. Satu di antaranya adalah Rieke Diah Pitaloka. Saat itu, anggota DPR RI itu turut hadir dalam persidangan Baiq Nuril.

Rieke juga menandatangani surat permohonan penangguhan penahanan agar Nuril dapat dibebaskan dan kembali bersama ketiga anaknya.

Kasus Nuril tersebut juga berdampak pada suaminya yang kehilangan pekerjaan. Sebab, sang suami harus mengurus tiga anaknya saat Nuril mendekam di penjara.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.