HETANEWS

Wali Kota Tebingtinggi: Ilmu dan SDM yang Terpenting di Dunia

Wali Kota, H Umar Zunaidi Hasibuan saat menghadiri Milad Muhammadiyah ke 106 wilayah Kota Tebingtinggi, di gedung Balai Kartini, Jalan Imam Bonjol Tebingtinggi. (foto/rps)

Tebingtinggi,hetanews.com- Muhammadiyah, ormas Islam yang bergerak dibidang sosial yang bercirikan kebangsaan berfikir dan bercita-cita untuk kemashalatan umat dan seluruh bangsa Indonesia.

Karena pendirinya, KH Ahmad Dahlan, berfikir jauh melampui Indonesia, sebelum merdeka, dan kita harus salut dan hormat kepada tokoh-tokoh bangsa yang dahulu yang mau memikirkan nasib bangsa ini kedepan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Tebingtinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan saat menghadiri Milad Muhammadiyah ke 106 untuk wilayah Kota Tebingtinggi, Minggu siang (11/11/2018), di gedung Balai Kartini, Jalan Imam Bonjol Tebingtinggi yang juga dihadiri Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi dan Wakil Ketua PW Muhammadiyah, Ibrahim Sakti Batu Bara serta para pimpinan ormas Islam se-Kota Tebingtinggi.

Dikatakan Wali Kota, KH Ahmad Dahlan hidup dari tahun 1868 hingga 1923, namun telah berfikir hingga tahun 2018. Untuk itu, mari kita tanya pada diri kita, apa yang telah kita perbuat dan lakukan terhadap bangsa dan negara ini. "KH Ahmad Dahlan meminta kepada kita untuk berfikir agar memajukan pendidikan dan kesehatan, termasuk masalah sosial dan ini harus dihadapi untuk diurus dengan sebaik-baiknya,"ujarnya.

Wali Kota juga mengingatkan, bahwa ilmu dan sumber daya manusia adalah hal yang menjadi terpenting didunia ini, mau itu ilmu dunia, ilmu akhirat atau pun ilmu kedua-duanya.

"Bayangkan, ketika Hirosima dan Nagasaki hancur akibat dibom, yang ditanyakan Kaisar Hirohito bukanlah berapa banyak tentara yang hidup, tetapi berapa guru yang hidup, karena ilmu dan pendidikan adalah senjata yang luar biasa,"imbuhnya.

Foto bersama usai acara Milad Muhammadiyah ke 106 wilayah Kota Tebingtinggi, di gedung Balai Kartini, Jalan Imam Bonjol Tebingtinggi. (foto/rps)

Ditambahkan Wali Kota, untuk itulah kenapa KH Ahmad Dahlan bersama para tokoh lainnya berfikir nasional jauh kedepan dan tidak ada sekat-sekat ras diantaranya. Mungkin saat ini 106 tahun masih oke, namun kedepan kita akan bersaing dengan bangsa-bangsa lain terlebih dibidang ke ilmuan, terutama di era digitalisasi, dan keilmuan manusia kita harus jauh lebih hebat," imbuh Wali Kota.

Maka dari itu, sebut Umar, apa yang telah diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan, perlu dievaluasi, karena biasanya milad itu untuk muasabah bagi kita apa yang harus kita perbuat kedepannya, dan tidak hanya untuk acara serimonial belaka.

"Perjuangan harus dilanjutkan, sebagai Wali Kota Tebingtinggi, saya telah menawarkan kepada UMSU untuk membuat universitas di Kota Tebingtinggi, dan saya akan memberikan dukungan sepenuhnya," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PW Muhammadiyah, Ibrahim Saksi Batu Bara menyampaikan, jika kiat Muhammadiyah hingga bisa bertahan dan berkembang sampai saat ini adalah adanya keikhlasan dari pemimpin Muhammadiyah, yang menjadikan Muhammadiyah bukan sebagai tempat bekerja, akan tetapi sebagai ladang amal untuk berbakti dan beribadah kepada  Allah SWT.     

"Maka dari itu, mari kita pelihara niat yang tulus dan ikhlas ini, niscaya muhammadiyah kedepan akan terus berkontribusi kepada bangsa dan negara yang nantinya juga akan bermanfaat buat ummat," sebutnya.

Acara Milad Muhammadiyah ini sebelumnya diawali dengan gerak jalan santai pada pagi harinya dan juga diisi dengan penampilan ketangkasan dari murid-murid SD Muhammadiyah yang tergabung dalam perguruan Tapak Suci Muhammadiyah dan Seni Syahril Al-Quran.

Penulis: rps. Editor: gun.