Fri 16 Nov 2018

Program Penanaman Jagung di Humbahas Mampu Bangunkan Ribuan Hektar Lahan Tidur

Dinas Pertanian Humbahas, mengunjungi salah satu lokasi lahan pertanian yang baru dibuka dan sekaligus ikut menanam benih jagung bersama warga. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas,hetanews.com- Program penanaman jagung yang terus digalakkan pemerintah Indonesia, ikut dicicipi oleh masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Di era kepemimpinan Bupati, Dosmar Banjarnahor, di Humbahas, program pertanaman jagung sangat getol dilakukan. Mulai dari pembentukan upaya khusus, hingga pengoptimalan kelompok-kelompok tani. 

Kegiatan itu, ternyata mampu mendorong perluasan areal tanam jagung pada lahan-lahan perkebunan, kehutanan, lahan adat atau ulayat, dan lahan lain yang sebelumnya tidak pernah ditanami jagung. Atau sebelumnya pernah ditanami jagung, tetapi kemudian tidak ditanami lagi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Humbahas, Jaunter Marbun,  sedikitnya ada seribu hektar (ha)  lebih lahan tidur  yang kemudian dibangunkan berkat program tersebut. 

Meski begitu, Janter juga harus mengakui, tingkat kesuksesan dari hasil panen program ini belumlah terbilang sukses 100%. Akan tetapi,  lahan-lahan yang dulunya mangkrak tak diurus, kini sudah banyak difungsikan masyarakat untuk bercocok tanam. 

Janter menyebutkan, ada sekitar 20 ribu ha lahan milik petani di Humbahas yang ditanami tanaman jagung, dalam kurun waktu terakhir ini. Dari keseluruhan kahan tersebut, ribuan ha merupakan lahan baru dibuka.

"Petani terkadang menggunakan teknik tumpang sari. Kadang di tengah lahan kopi, cabai, dan lain-lain. Sehingga tak selamanya jagung itu ditanam di lahan yang baru dibuka,"terang Jaunter, Jumat (9/11/2018).

Menggunakan strategi integrasi dengan lahan kopi, kata Jaunter,  jagung dikembangkan sebagai salah satu upaya mewujudkan kemandirian pangan di Humbahas. Efisiensi sekaligus pengoptimalan fungsi lahan, diharapkan mendongkrak produktivitas produk pangan ini. 

Sementara itu, salah satu warga, Reinold Purba, kepada Hetanews.com, mengaku puas dengan program penanaman jagung tersebut. Berkat program itu, kata dia, ada beberapa ha lahannya yang kini jadi aktif ditanami jagung, kentang, cabai, dan tanaman lainnya. 

"Berkat program itu, lahan saya jadi banyak yang kugarap. Apalagi saat mengolah lahan dengan menggunakan alsintan, kita tak dimintai bayaran. Jadi sangat membantu sekali,"ujar warga Desa Simangarossang ini.

Penulis: rachmat. Editor: gun.