Thu 15 Nov 2018

Lewat JMS, Kejari Simalungun Bahas Hoax, Korupsi dan Narkoba

Luhkum JMS Kejari Simalungun, di SMA Negeri Parapat. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com- Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ke SMA Negeri Sipangan Bolon Parapat, Jumat (9/11/2018). Penyuluhan hukum (Luhkum) pada kegiatan JMS, memaparkan segala tindakan kriminal terkait ITE (no hoax), UU korupsi dan narkotika.

Tim Intel dari Kejaksaan Negeri Simalungun, Christianto Situmorang,  Herman Mauritz  Panjaitan, Indri Wirdya dan Ade Jaya Ismanto, secara rinci memaparkan tentang kejaksaan. Apa itu jaksa, tugas dan fungsinya.

Jaksa sebagai aparat hukum, bukan hanya memproses segala bentuk tindakan pidana atau kriminal yang melanggar hukum, tapi juga memberikan penyuluhan dan mengawasi juga pencegahan agar segala perbuatan melawan hukum dapat diminimalisir.

Demikian dikatakan ketua tim, Christianto, pada acara Luhkum tersebut yang berlangsung, di aula sekolah itu. Selama ini, profesi jaksa, kurang dikenal oleh masyarakat. Untuk itu, dalam kegiatan JMS tersebut menjadikan masyarakat lebih mengenal kejaksaan. "Jaksa sahabat masyarakat,”kata Cris.

Seorang siswa saat bertanya di kegiatan Luhkum JMS Kejari Simalungun, di SMA Negeri Parapat. (foto/ayu)

Dalam Luhkum yang dilaksanakan tim Intel Kejari Simalungun, telah mendatangi beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Simalungun.

Secara jelas dan akurat, para jaksa memaparkan tentang bahaya narkotika jenisnya, dampak penggunaannya hingga hukumannya yang sangat berat adalah hukuman mati. Juga berita hoax yang disebarkan melalui media sosial atau lainnya dapat dipidana.

Hal lainnya terkait korupsi yang merupakan perbuatan melawan hukum dan menyebabkan kerugian negara. Sangat berat hukumannya dan semua harta benda dapat disita, bahkan dipecat dari pegawai negerinya, jika terbukti.

Luhkum sangat menarik perhatian pelajar saat itu. Ditandai dengan antusiasnya para siswa/siswi yang melayangkan pertanyaan. Karena acara ditandai dengan tanya jawab. Diharapkan sosialisasi ini dapat lebih meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, harap Christianto.

Penulis: ay. Editor: gun.