HETANEWS

Efek Proyek Embung, Kerusakan Jalan Makin Parah di Pollung

Begini kondisi jalan di Desa Parsingguran II, semenjak adanya pengerjaan proyek embung Tambok Bolon. (foto/Rachmat Tinton)

Humbahas,hetanews.com - Tingkat kerusakan yang semakin parah, kini terjadi di ruas jalan desa, di Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Humbang Hasundutan (Humbahas). 

Kerusakan parah, dipicu dari akibat adanya pengerjaan proyek embung Tambok Bolon yang dikerjakan  oleh PT Bukit Zaitun dengan nilai kontrak dari APBN sebesar  Rp 5.482.343.000,-.

Menurut informasi dari warga setempat, saat proses pengerjaan, alat berat jenis exvator, dibiarkan melintasi jalanan. Akibatnya, permukaan jalan aspal pun tercabik-cabik, material  batu kerikil terkelupas.

Selain itu, penimbunan material tanah di bahu jalan juga mengakibatkan air hujan menjadi tertahan. Banjir tak terelakkan. Kondisi jalan pun kerap  berubah bagai kolam. 

Plank proyek embung Tambok Bolon. (foto/Rachmat Tinton) 

Sedangkan ruas jalan lainnya pun tak jarang berubah menjadi lautan lumpur hidup. Hal itu juga diakibatkan oleh adanya material tanah timbunan yang digerus oleh air hujan. Tanah-tanah tersebut menjadi amat licin saat dilewati beberapa kenderaan.

Salah satu warga pengguna jalan yang melintas dari lokasi, marga Sitompul, kepada Hetanews.com, Jumat (9/11/2018, mengaku sangat mengeluhkan kondisi tersebut. Dia berharap agar dinas terkait segera turun dan menanganinya. 

Karena jika dibiarkan, kata Sitompul, kerusakan jalan akan makin meluas. Tingkat kerusakan akan semakin parah jika jalan yang digenangi air taj segera diatasi. 

"Apalagi jalan ini adalah akses kami satu-satunya. Barang-barang hasil pertanian kami juga diangkut dari sini. Dan yang tak kalah penting, anak-anak kami mesti melewati jalan ini setiap mau berangkat sekolah. Jadi mohonlah pemerintah memperhatikan ini. Aktivitas kami menjadi sangat terganggu,"pinta Sitompul.

Penulis: rachmat. Editor: gun.