Wed 14 Nov 2018

Pengusaha Real Estate, Tony Wijaya Terdeteksi Berpindah-pindah Negara

Gedung Ditreskrimum Polda Sumut. (foto/google)

Medan, hetanews.com - Hingga saat ini, Tim Gabungan Subdit II/ Hardabangtah Ditreskrimum Polda Sumut belum berhasil meringkus buronan besar mereka, Tony Wijaya. 

Kasubdit II/Harda-Bangtah, AKBP Edison Sitepu mengatakan, dari penyelidikan yang sudah dilakukan, pengusaha real estate yang sudah lama menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) atas kasus penipuan tersebut terdeteksi kerap berpindah-pindah negara.

"Jadi tersangka terus kita pantau. Tersangka sempat terdeteksi di Singapura. Tapi belakangan kita monitor sudah pindah lokasi. Dia berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran pihak kepolisian," ungkapnya. 

Tambah Edison, Tonny Wijaya tercatat menjadi buronan berdasarkan surat bernomor DPO/80/II/2018/Ditreskrimum Poldasu. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya masih terus berupaya meningkatan komunikasi terhadap Mabes Polri, jajaran Polda di Indonesia dan Interpol untuk turut membantu mendeteksi dan menangkap buronan tersebut. 

"Kepada imigrasi juga sudah kita minta bantuan dalam menginformasikan keberadaan tersangka dan menangkapnya," jelasnya.

Selain itu, Edison juga berharap adanya bantuan dan peran serta dari masyarakat untuk menginformasikan keberadaan DPO tersebut kepada aparat kepolisian terdekat.

Diberitakan sebelumnya, tersangka yang merupakan warga Jalan Rupat, Medan itu dilaporkan oleh Kaswandi dengan laporan bernomor: LP/011/I/2016/SPKT III tanggal 7 Januari 2016.

Tony Wijaya dilaporkan karena mencaplok lahan untuk kepentingan umum, menjadi tempat usaha yang dapat memperkaya diri sendiri di kawasan Sukaramai Medan. Untuk itu, ia dipersalahkan melanggar Pasal 385 KUHPidana dan atau Pasal 69 dan 70 UU RI No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang.

Penulis: adr. Editor: anto.