HETANEWS

Mahasiswa Laporkan Dugaan Korupsi di Kebun Adolina ke Polda Sumut

Mahasiswa melaporkan dugaan korupsi di Kebun Adolina ke Polda Sumut, Jumat (9/11/2018). (foto/adr)

Medan, hetanews.com - Puluhan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Sumut, Jumat (19/11/2018). Mereka meminta Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Agus Andrianto mengusut adanya dugaan korupsi di anak PTPN IV, Perkebunan Adolina.

"Adanya dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang di tubuh Perkebunan Adolina yaitu anak perusahaan dari PTPN 4. Kami duga kuat Manager Adolina bekerjasama dengan Pj. Asisten, KTU melakukan teori konspirasi dalam menerbitkan bukti pengeluaran kas yang diduga tidak jelas pengeluaran," teriak koordinator aksi, Khoirul Huda. 

Adapun, dugaan kerugian negara yang dilakukan oleh oknum pejabat manajer adolina tertuang dalam bukti pengeluaran kas nomor K08/018/2018 tanggal 4 Agustus 2018 nomor rekening 151.19. Pembayaran biaya bantuan sosial untuk Kejaksaan Serdang Bedagai (Sergai) bulan Juli sebesar Rp15 juta, bukti pengeluaran kas nomor K06/009/2018 nomor rekening 151.19. Pembayaran uang daging hari besar keagamaan bulan Juni 2018 tanggal 4 Juni 2018 sebesar Rp30 juta, bukti pengeluaran kas nomor K05/038/2018 tanggal 5 Mei 2018 nomor rekening 151.19. Pembayaran pengeluaran uang untuk bulan Ramadhan 1439 H sebesar Rp30 juta, bukti pengeluaran kas nomor K05/037/2018 nomor rekening 151.19. Pembayaran pengeluaran uang untuk biaya MTSI di Kebun Adolina bulan April 2018 sebesar Rp20 juta. Total biaya yang dikeluarkan sebesar 95 juta.

"Kami menduga kuat bahwa transaksi pengeluaran kas yang dilakukan mengarah pada kerugian negara," tegasnya.

Untuk itu, mereka juga meminta Polda Sumut dan Kejaksaan memeriksa Manager Adolina terkait informasi ini.

"Kita meminta Kejati Sumut melalui bidang pengawasan memeriksa Kejari Serdang Bedagai dan meminta pimpinan PTPN 4 untuk melakukan audit internal agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan. Jika terbukti bersalah harus memecat oknum pejabat yang dengan sengaja memanfaatkan jabatan untuk kepentingan sendiri dan kelompok. Lalu kita (mahasiswa) meminta Polda Sumut dan Kejati Sumut memeriksa SS oknum PTPN 4 yang diduga sebagai dalangnya. Jika tuntutan kami tidak diindahkan maka kami akan melaporkan ini ke Mabes Polri ke Kejagung dan KPK di Jakarta," seru Khoirul Huda.

Aspirasi mahasiswa itu diterima langsung Kaur Penum Bid Humas Polda Sumut, Kompol. Rudi Silaen, SIK. "Terima kasih atas aspirasi dari adek-adek mahasiswa. Aspirasi dari adek mahasiswa akan saya sampaikan kepada pimpinan secepatnya dan akan ditindaklanjuti," tegasnya.

Penulis: adr. Editor: anto.