Wed 14 Nov 2018

50 KK di Simalungun Anut Aliran Kepercayaan Parbible Kring

Rakor Tim PAKEM Kejari Simalungun di Kecamatan Bandar. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Ada sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di Nagori Bandar Rakyat, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun menganut aliran kepercayaan Parbibel Kring. Demikian data yang diterima Tim PAKEM (Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat) Kejari Simalungun.

 

Parbibel Kring, merupakan sekelompok masyarakat yang menganut aliran tidak mau menghormat bendera merah putih dan tidak bersedia menggunakan hak pilihnya baik untuk dipilih maupun memilih. 

 

Berdasarkan laporan yang diterima Tim PAKEM Kejari Simalungun dari Pangulu Nagori Bandar Rakyat pada Rapat Koordinasi Tim PAKEM di Kecamatan Bandar, dulunya sekitar tahun 80-an hanya ada 9 KK penganut aliran ini. Tapi tahun 2018 meningkat hingga 50 KK. Dalam waktu dekat, tim akan langsung turun melihat perkembangan masyarakat ini dengan mengadakan berbagai penyuluhan dan penerangan terkait keutuhan NKRI.

 

"Sampai saya ini, keberadaan sekelompok aliran kepercayaan ini belum mengganggu ketertiban umum. Namun untuk menjaga keutuhan kita harus tetap waspada agar jangan berkembang komunitasnya," jelas Kasi Intel Kejari Simalungun, Robinson Sihombing, SH melalui Christianto Situmorang, SH kepada hetanews.com, Jumat (9/11/2018).

 

Tim PAKEM sendiri dibentuk berdasarkan Peraturan Jaksa Agung (Perja) No. 19/A/CA/09/2015, yang bertugas mengawasi aliran kepercayaan masyarakat yang ada di Indonesia atau wilayah hukumnya.

 

Tim PAKEM terdiri dari unsur Kejaksaan, TNI, Polri, Pemda, Pemuka Agama Islam, Kristen dan Budha bertugas melakukan pengawasan terhadap penganut paham aliran kepercayaan. Diharapkan aliran seperti ini tidak berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Hadir dalam Rakor Tim PAKEM tersebut, Christianto, SH, Ade Jaya Ismanto, SH, Herman Ronald Mauritz, Indri Wirdya, SH, Perwakilan MUI, PGI, Budha, Intel Kodim, Polres, aparat kecamatan dan desa. 

Penulis: ay. Editor: anto.