Wed 14 Nov 2018

Terlibat Curanmor, Erwin Nainggolan Susul Kawannya ke Penjara

Erwin Nainggolan (19), pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) saat akan diperiksa penyidik Unit Jatanras, Kamis (8/11/2018). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com- Karena mencuri sepeda motor, dua pria berteman akrab, Erwin Nainggolan (19), warga Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun dan Davit (23) yang telah dahulu ditangkap dan dijebloskan Polisi kedalam Sel Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Kota Siantar, Kamis (8/11/2018).

Keduanya ditangkap, setelah menggasak satu unit sepeda motor, pada beberapa waktu lalu, di Jalan Sutomo, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, tepatnya di lokasi eks penjara lama yang saat ini beralih fungsi menjadi komplek Siantar Bisnis Center (SBC).

Kepala Unit (Kanit) Jatanras Sat Reskrim Polres Siantar, Iptu Yuken Saragih, mengatakan, kedua pelaku ditangkap di waktu dan lokasi yang berbeda.

"Terlebih dahulu kita meringkus Davit yang juga rekan dari Dodi Carlos Siregar (38) yang juga pelaku curanmor yang sudah kita tangkap dari rumahnya, di Jalan Patuan Anggi, Kecamatan Siantar Utara," beber Yuken, pada wartawan, beberapa waktu lalu.

Sekadar diketahui, Iptu Yuken Saragih kembali menyampaikan,  Dodi Carlos Siregar dan Hendra Panjaitan (35), juga terlibat pencurian sepeda motor, di Jalan Cipto dan saat ini telah ditahan.

"Terakhir, dari keterangan Davit yang sudah kita tangkap, pada Sabtu (4/11/2018) malam. Erwin Nainggolan juga berhasil kita tangkap," pungkas pria yang acap kalinya disapa Bang Yuken.

Terpisah, Erwin Nainggolan (19), ketika ditanyai terkait aksinya bersama Davit yang mencuri sepeda motor, tak menampik dan mengakui perbuatannya itu.

Baca juga: Beraksi Sejak 2016, Carlos Siregar Roboh Dipelor Polisi, Beberapa Septor Disita

"Kami ambil (curi) sepeda motor, di komplek Siantar Bisnis Center (SBC) pakai kunci kereta juga. Aku baru sekali ini mencuri kereta bang," ungkap Erwin yang memiliki tatto, di tubuhnya saat dicecer pertanyaan ketika di Polres Kota Siantar.

Tak hanya mengakui perbuatannya yang melanggar hukum, Erwin Nainggolan juga mengatakan, sepeda motor yang mereka curi bersama Davit telah dijual kepada temannya Davit.

"Sudah kami jual keretanya di daerah Marimbun seharga Rp 1,5 juta sama kawan si Davit," ungkapnya seraya menundukkan kepalanya.

Dari hasil penjualan sepeda motor curian dari komplek Siantar Bisnis Center. Erwin Nainggolan hanya menerima komisi sebesar Rp 5000.

"Aku dapat cuman Rp 5000 bang, lebihnya sama Davit dan uangnya sudah habis,"pungkas Erwin tertunduk.

Penulis: hza. Editor: gun.