Thu 15 Nov 2018

Tertibkan APK ‘Ilegal’, Ketua Bawaslu Binjai Diteror

Petugas saat menurunkan billboard milik anak Wali Kota Binjai, M Andri Alfisah. (foto/jufri)

Binjai,hetanews.com- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Binjai, mencatat ratusan baliho dan spanduk serta bilboard kampanye ilegal dan menyalahi aturan yang terpasang, di penjuru Kota Binjai.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Bawaslu Binjai, Arie Nurwanto ketika melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) ilegal yang terpasang di semua sudut kota yang berjuluk Kota Rambutan tersebut.

Ia mengatakan, sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), alat peraga kampanye baliho dan spanduk dibuat oleh KPU dan partai politik, tidak boleh perseorangan.

"Sejauh ini, kami belum hitung jumlah keseluruhan APK yang dibuka, karena tim masih ada yang bekerja di lapangan," ujar Arie Nurwanto, Kamis (8/11/2018) sore.

Seluruh APK yang mereka tindak, tambah Arie, akan disimpan di kantor Sat Pol PP Kota Binjai. "Seluruh APK itu bisa diambil oleh caleg yang bersangkutan," jelasnya dan menambahkan, mereka bekerjasama dengan TNI AD, Polri, dan dinas pada Pemko Binjai untuk menindak.

Selama melakukan penindakan terhadap APK,  ketua Bawaslu tidak menepis, kalau dirinya diteror oleh orang tidak dikenal.

"Kalau hal itu (diteror), memang ada. Tapi, itu merupakan resiko sebuah pekerjaan. Namun, dalam hal ini, kita memang menegakkan aturan yang ada," sebutnya.

Sejauh ini, belum ada satu pun peserta pemilu yang melaporkan telah melakukan pemasangan APK sesuai aturan yang berlaku.

"Ada penambahan APK, seperti baliho 5 dan spanduk 10 biji per kelurahan per partai politik. Untuk billboard, hanya 2 untuk kota/kabupaten," ungkapnya.

Ditegaskannya, pemasangan APK dilarang di rumah ibadah, sekolah, fasilitas pemerintah, fasilitas pendidikan serta fasilitas pelayanan kesehatan.

Penulis: jufri. Editor: gun.