Wed 14 Nov 2018

Harga Tiket Ultah Teman Maria Ozawa di Bali Capai Rp 22 Juta

Selebaran acara party Barbie Nouva si sahabat Miyabi. (Dita/detikcom)

Denpasar, hetanews.com - Artis Maria Ozawa alias Miyabi datang ke Indonesia untuk menghadiri ulang tahun sahabatnya, Barbie Nouva. Pesta yang terbuka untuk umum itu rupanya mewajibkan pengunjung membayar tiket.

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM Bali Agato Simamora saat jumpa pers di kantornya, Kamis (8/11/2018). Agato mengatakan selebaran berisikan kegiatan ulang tahun Barbie Nouva yang menghadirkan bintang tamu Maria Ozawa itu ramai di media sosial dan mencantumkan RSVIP dengan nomor WhatsApp.

"Tiket Pineapple Invitation yang mencantumkan nama kegiatan yang sama dengan selebaran di atas, termasuk harga tiket Rp 22 juta, termasuk harga tiket pesawat, hotel, wanita pendamping, VVIP transport, makan malam, after party, photobooth, lucky draw," ucapnya.

"Tiket Pinneaple Invitation yang mencantumkan nama kegiatan yang sama dengan selebaran di atas, termasuk harga tiket Rp 6 juta, termasuk free entry, dinner," sambung Agato.

Dia menambahkan, sebelum menahan Maria Ozawa, petugas Imigrasi Bali melakukan penyamaran untuk memastikan apakah ada pelanggaran keimigrasian yang dilakukan Maria Ozawa. Setelah acara selesai, petugas kemudian membawa Maria Ozawa alias Miyabi ke kantor.

"Diadakan pemeriksaan terhadap visa dan vap masuk yang tertera pada paspor yang bersangkutan atas nama Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa yang bersangkutan masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional Ngurah Rai pada tanggal 5 November 2018 dengan menggunakan bebas visa kunjungan," terangnya.

Agato juga memastikan pemeriksaan Maria Ozawa sesuai prosedur. Saat diminta datang keesokan harinya, pihak manajemen menunjukkan tiket kepulangan pada Rabu (7/11) sehingga meminta pemberian keterangan dilakukan pada saat itu juga.

Agato menambahkan perjalanan dari lokasi acara di vila kawasan Sekar Tunjung Kesiman, Denpasar, Bali, ke kantor Imigrasi menggunakan dua mobil yang berbeda. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas meyakini tidak ada kegiatan komersial yang dilakukan Miyabi.

"Konfirmasi atas keterangan yang diberikan selesai pada Rabu (7/11) pukul 02.20 Wita, petugas dapat meyakini bahwa tidak ada komersialisme melihat yang bersangkutan adalah hubungan pertemanan namun pada saat acara ulang tahun temannya membuka untuk umum dan menerima bayaran atas makanan dan minuman yang disediakan," terangnya.

"Terkait indikasi penerimaan uang, itu entry point kami kenapa kami menurunkan tim. Fungsi kami adalah pengawasan terhadap kegiatan orang asing, bukan pesta ulang tahun, tapi kegiatan orang asing, ada unsur komersialisme. Namun kita juga harus mempunyai perspektif yang outward looking, memang itu di Indonesia hal yang belum lumrah, di luar bring your own (BYO) biasa sekali, undangan RSVIP BYO itu biasa, bahkan mereka bawa makanan, minuman dikumpulin di meja, cuma karena tidak teratur di sini akhirnya membayar, ini Bali, tapi kita cenderung bahwa kita fokus kepada pelanggaran yang dilakukan oleh orang asing tersebut," ujarnya.

sumber: detik.com

Penulis: -. Editor: bt.