Thu 15 Nov 2018

Mahdi Al Haris Tersangkut Buah Mentah, Rizal Damanik: Itu Terjadi di Semua Kebun

Mahdi Al Haris saat sertijab sebagai Pj. Manager Kebun Mayang di Aula Utama PTPN IV, 5 Februari 2018. Hanya delapan bulan berselang, Mahdi diangkat sebagai Manager Distrik 2. (foto/ptpn4.co.id)

Medan, hetanews.com - Selain telah mengikuti assessment, Mahdi Al Haris juga dikatakan telah memenuhi persyaratan untuk menjabat sebagai Manager Distrik 2 PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. Walaupun tanpa melihat sejumlah kriteria yang seharusnya menjadi dasar pengangkatan PJP.

 

"Tidak, tidak. Siapa yang mempunyai kinerja terbaik, itu yang kita angkat," ucap Direktur SDM dan Umum PTPN IV, Rizal H. Damanik terkait kejanggalan pengangkatan Mahdi Al Haris menjadi Manager Distrik 2. Padahal hanya  dalam rentang delapan bulan sejak serah terima jabatan (sertijab) sebagai Pj. Manager Kebun Mayang, 5 Februari 2018.

 

Rizal juga menyebut jika Mahdi Al Haris yang diketahui masih golongan 4 A/0, sudah cukup untuk menduduki jabatan tiga level di bawah Direktur Utama sesuai struktur organisasi PTPN IV. "Gak ada masalah. Sudah 4 A," kata Rizal.

 

Begitupun masa pengabdian Mahdi Al Haris di PTPN IV yang diinformasikan hanya 12 tahun. Rizal bahkan menganggap Mahdi Al Haris telah berprestasi. "Tidak ada masalah, kita harus memberikan kesempatan kepada yang berprestasi," tuturnya.

 

Namun, Rizal mulai kebingungan saat ditanyakan persoalan buah mentah yang terjadi ketika Mahdi Al Haris menjabat Pj. Manager Kebun Mayang, beberapa waktu lalu.

 

"Saya kurang paham kalau yang namanya buah mentah. (secara) Teknis tidak (paham)," ucap Rizal yang justru meminta wartawan Anda ini menjelaskan.

 

Nah, persoalan buah mentah ini diperoleh hetanews.com dari orang dalam PTPN IV itu sendiri. Dimana sebagai Manager Kebun Mayang, Mahdi Al Haris diduga menginstruksikan para pekerja untuk memanen buah yang belum matang demi mengejar target kenaikan angka hasil panen.

 

Menurut sumber, hal itu memang berhasil memenuhi target hasil panen. Hanya saja, dampaknya justru mengancam hasil panen hingga akhir tahun 2018 ini dipastikan mengalami penurunan. Pasalnya, sebahagian besar pohon sawit di Kebun Mayang hanya tinggal pelepah tanpa buah.

 

Memanen buah yang belum matang ini juga menyebabkan pohon sawit stress dan munculnya bunga jantan yang lebih banyak. Jumlah pelepah yang tidak sesuai dengan standar berakibat mempercepat umur dari tanaman kelapa sawit. Hal itu tentu sangat merugikan perusahaan perkebunan milik negara tersebut.

 

Padahal, Direktur Utama PTPN IV, Siwi Peni menargetkan perolehan laba sebesar Rp1,6 triliun pada 2018 ini. Naik Rp900 miliar dari laba tahun 2017 sekitar Rp700 miliar.

 

Anehnya, Rizal yang tadinya sempat kebingunan tiba-tiba seperti mengetahui persoalan buah mentah tersebut. Pria yang baru merayakan hari lahirnya, Rabu (7/11) lalu ini bahkan menyebut PTPN IV telah memberi sanksi. Hanya saja, sanksi diberikan kepada pekerja yang cuma menjalankan instruksi dari atasannya. 

 

Rizal yang didampingi Kasubag Komunikasi dan Hubungan Eksternal, Syahrul Aman Siregar bahkan kompak mengatakan jika persoalan buah mentah ini juga terjadi di hampir semua perkebunan.

 

"Dalam pelaksanaan panen itu bisa saja, satu-satu namanya bisa, dan itu juga dilakukan denda. Sanksi akan diberikan kepada pekerja yang memanen buah mentah itu. Bukan Mahdinya yang memanen buah mentah. Dan itu terjadi di semua kebun. Tinggal reward dan punishmantnya yang jelas. Dan itu eksekusi di lapangan saja," beber Rizal diamini Syahrul.

 

Tak lama setelah wawancara, seorang yang mengaku sebagai pegawai Humas PTPN IV mendatangi wartawan Anda untuk meminta nomor telepon seluler. Belakangan, tampak nomor seluler milik Syahrul Aman Siregar memanggil dan mengundang untuk bertemu.

 

Di edisi berikutnya, hetanews.com akan menjabarkan pembicaraan dengan Kasubag Komunikasi dan Hubungan Eksternal, Syahrul Aman Siregar terkait pemberitaan polemik pengangkatan Mahdi Al Haris ini. (bersambung)

Penulis: tim. Editor: anto.