HETANEWS

Perpanjang Masa Penjaringan, Pansel Calon Direksi PDPHJ dan PDPAUS Dinilai Produk Gagal

Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon direksi PDPHJ dan PDPAUS, September 2018.

Siantar,hetanews.com- Proses penjaringan calon direksi yang dilakukan panitia seleksi (pansel), dinilai sebagai produk gagal.

Pasalnya, pansel masih tetap melanjutkan proses penjaringan, sementara penetapan hasil penjaringan calon direksi sebelumnya sudah menyalahi aturan.

"Itu prodak gagal. Hasil penjaringan calon direksi sebelumnya, yang menetapkan empat calon direksi sebagai direktur sudah menyalahi aturan,"kata Feri Simarmata, Kamis (8/11/2018).

Menurut mantan calon direksi PDPAUS ini, adapun hasil penjaringan direksi tahap II, seperti yang dilakukan oleh pansel saat ini tetap menyalahi aturan.

"Karena prosesnya dari penjaringan calon direksi yang sebelumnya sudah bermasalah, jadi tidak ada, jadi tidak ada hak pansel melakukan ini lagi," jelasnya menambahkan.

Masih kata Feri, proses penjaringan calon direksi PDPAUS dan PDPHJ, periode 2018-2022 itu, menyalahi aturan Permendagri No 37 Tahun 2018 tentang pengangkatan direksi BUMD. Senada disampaikan oleh Ketua IKA USI, Robin Panggabean.

"Seperti tuntutan kami diawal (unjuk rasa), kami minta pansel segera dibubarkan, karena proses penjaringan yang dilakukan sudah menyalahi permendagri tersebut," katanya.

Baca juga: Perusda Pemko Siantar Gak Diminati, Panitia Perpanjang Masa Pendaftaran

Reinhard Sinaga dari IKA USI menambahkan, dengan ditemukannya pelanggaran pansel atas Permendagri 37 Tahun 2018 itu, pihaknya telah menyusun materi gugatan. 

Dia juga memastikan, pihaknya akan menempuh jalur hukum atas pelanggaran yang dilakukan oleh pansel. Meski demikian, ia enggan membeberkan secara detail, langkah hukum yang akan dilakukan.

"Kita lihat aja nanti. Kalau sekarang saya beberkan, kan langsung ketahuan. Jadi nanti saja. Pokoknya secepatnya. Kita lihat aja nanti. IKA USI masih tetap konsisten seperti sebelumnya,"ucapnya mengakhiri.

Penulis: gee. Editor: gun.