Wed 14 Nov 2018

Pengedar Jadi Pemilik 9 Paket Sabu Cuma Dibui 4,5 Tahun di PN Simalungun

Terdakwa keluar dari ruang sidang menuju ruang tahanan. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim Roziyanti, SH., didampingi dua hakim anggota Justiar dan Mince Ginting, menjatuhkan vonis pengedar jadi pemilik 9 paket sabu dengan 4,5 tahun penjara, denda Rp800 juta subsider 3 bulan penjara di sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (8/11/2018).


Terdakwa Jahidin alias Udin (33) sebelumnya disebutkan jaksa sebagai pengedar 9 paket sabu (dakwaan primer). Belanja sabu seharga Rp1 juta setiap minggunya dari Sumpil alias Pelek (DPO) di Huta Bayu, Kecamatan Bandar Masilam. Dalam transaksi itu, terdakwa mendapat keuntungan Rp800 ribu setiap minggunya atau Rp400 ribu dari setiap 1 gram yang terjual.


Tapi hakim dan jaksa sependapat mempersalahkan terdakwa sebagai pemilik. Jaksa Viktor Purba bahkan menuntut hanya 4 tahun dengan denda yang sama dengan putusan hakim. Terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 112 UU RI No.35/2009 tentang narkotika.


Udin ditangkap di rumahnya oleh Satnarkoba Polres Simalungun pada Senin, 28 Mei 2018 pukul 14.00 WIB. Siang itu petugas yang sudah mendapatkan informasi langsung mengetuk rumah terdakwa. Terdakwa bersama istrinya menyaksikan petugas yang menyita 7 paket dan 2 plastik klip berisi sabu. 


Sabu seberat 0,90 gram langsung diamankan dari kamar belakang rumah terdakwa. Petugas juga sempat memburu Sumpil di rumahnya berdasarkan keterangan terdakwa. Tapi tidak berhasil menangkap Sumpil, hanya menyita peralatan untuk menghisap sabu.


Atas vonis tersebut, terdakwa didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba, SH., menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim itu. Persidangan dibantu panitera Jonathan Sinaga, SH., dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: anto.