Fri 16 Nov 2018

Pencuri Kabel LPJU Tertangkap, Husni: Kepedulian Masyarakat Mulai Tumbuh

Pelaku pencurian kabel LPJU diamankan petugas Koramil Belawan. (foto/rico)

Medan, hetanews.com - Kadis Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan, H.M. Husni mengapresiasi penangkapan pelaku pencurian kabel kabel Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan. Hal itu disebut sebagai bentuk kepedulian warga.

“Artinya kepedulian warga saat ini mulai tumbuh. Mereka sadar tanpa kepedulian dan dukungan mereka pembangunan yang  dilakukan saat ini akan sia-sia. Kita harapkan peristiwa ini menjadi stimulus bagi warga lainnya untuk ikut mendukung dan menjaga hasil pembangunan yang telah selesai dilakukan, termasuk kabel dan tiang LPJU yang telah didirikan untuk menerangi kawasan tersebut,” ungkap Husni, Kamis (8/11/2018).

Selanjutnya, mantan Kadispenda Kota Medan ini meminta seluruh jajaran Dinas Kebersihan dan Pertamanan terus melakukan perbaikan terhadap LPJU yang padam. Selain untuk membuat estetika Kota Medan lebih menarik dan terang pada malam hari, juga sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya tindak kejahatan.

Perlu diketahui pencurian kabel LPJU terjadi, Rabu (7/11/2018) malam. Ketika itu pelaku yang mengaku bernama Ibrahim alias Baim bersama sembilan rekannya sedang mencuri kabel milik PT. Telkom. Namun sembilan rekan Baim berhasil lolos, kini Baim diamankan di Koramil Belawan.

Ketika diintrogasi petugas Koramil Belawan, pelaku mengaku, sebelum tertangkap tangan mencuri kabel telepon, ia bersama sembilan rekannya masing-masing bernama Kimung, Leman, Susanto, Arif, Joko, Poji, Tono, Asril dan Putra Ateng telah mencuri kabel LPJU di jembatan Sungai Deli.

Tidak hanya kabel LPJU, Baim Cs juga telah mencuri tiangnya. Akibat ulah mereka, kawasan jembatan menjadi gelap gulita. Di samping itu sisa kabel LPJU bekas potongan rentan bahaya karena masih dialiri listrik. Oleh karenanya Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan yang berwenang menangani LPJU langsung turun untuk menanganinya.                

Penulis: rico. Editor: anto.