HETANEWS

Jenazah korban Lion Air JT610 bernama Rudolf Jadi Rebutan Istri Pertama dan Kelima

Jakarta, hetanews.com - Tim DVI berhasil mengidentifikasi jenazah Rudolf berdasarkan DNA anak keduanya bersama Yuke Meiske Pelealu yang merupakan istri dari Rudolf. 

Kabar Indonesia Malam, Rabu (7/11/2018), jenazah Rudolf masih berada di Rumah Duka Dharmais, Jakarta Barat, karena sengketa antar keluarga.

Diketahui jenazah korban menjadi rebutan istri pertama dan kelima. Namun, ada pihak yang mengaku sebagai istri kelima Rudolf dan berhak untuk mengurus dokumen hingga pemakaman jenazah.

Anak Rudolf, Gita Sayerz mengatakan, awal mula persengketaan tersebut saat jenazah ayahnya dikeluarkan dari RS Polri lalu dipindah ke Rumah Duka Dharmais.

"Kami diberitahu tim DVI Senin (5/11/2018) sore, jenazah papa udah teridentifikasi, cuman proses penyerahan jenazah itu tidak diberitahukan kepada kami siapa perwakilannya," ujar Gita.

Pada hari Selasa (6/11/2018) sore, jenazah Rudolf telah dipindahkan ke rumah duka tanpa sepengetahuan pihak keluarga istri pertama.

"Saya gak tau, karena kita mengawal sejak awal, namun pas kejadian itu saya gak di tempat. Sejak Selasa Sore itu tiba-tiba peti jenazah papa dikeluarin dari kamar jenazah dengan alasan kamar sudah penuh dan akan digunakan jenazah yang lain, itu kami tidak diberitahu dari tim RS polri, pake ambulan dari RS polri ke Dharmais," tambahnya.

Ketika di Rumah Duka Dharmais, hari Selasa, seorang wanita yang mengaku istri kelima akan mengambil jenazah dan mengurus pemakaman. Wanita tersebut bernama Lydia Levina mengatakan jenazah suaminya tersebut akan dimakamkan di TPU Kampung Pulo, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2018).

Lydia tahu kabar pesawat Lion Air JT 610 jatuh dari pihak kantor suaminya bekerja yang meneleponnya tadi pagi. Setelah itu, ia segera menyalakan televisi untuk memastikan kabar tersebut. Ia mengaku langsung menangis ketika mengingat pesan suaminya sebelum ia pergi ke bandara. Ia tidak menyangka, permintaan maaf sang suami sebelum berangkat menggunakan Lion Air JT610 jadi kalimat terakhir yang bakal ia dengar.

“Nona (Lydia) saya minta maaf kalau saya ada salah sama kamu, kalau saya ada kasar sama kamu, saya minta maaf,” cerita Lydia.

Air mata Lydia Levina mengucur deras sambil mengenang momen-momen terakhir ia dengan suaminya. Bahkan Sayerz petrus Rudolf sempat mengabadikan foto di dalam kabin sebelum pesawat tersebut lepas landas.

"Terus pas di dalam pesawat, dia foto, doain aku selamat sampai Pangkalpinang ya, jadi ada foto terakhir dia di atas pesawat," ucap Lidya sambil menangis.

Lydia langsung menemui jenazah Rudolf di Rumah Duka Dharmais, Jakarta, Selasa (6/11/2018) dan berencana dimakamkan pada Rabu. Namun, pada Rabu siang, Yuke yang datang bersama anak-anaknya berniat membawa jenazah Rudolf ke Manado.

Ia juga membawa bukti fotokopi akta pernikahan dan akta kelahiran tiga anak-anaknya dari hasil pernikahan dengan Rudolf. Yuke juga mempertanyakan status istri kelima karena ia merasa belum bercerai dengan Rudolf.

"Dalam hal ini selain kami, pihak yang sah, anak-anak saya, ada pihak yang mengklaim bahwa dia istri kelima, kami orang Kristen kalau bilang istri kelima kan tidak ada pernikahan kelima. Kalau ada istri pertama harus bercerai, istri kedua memegang surat cerai yang pertama, dan seterusnya. Seharusnya kalau dia istri kelima, dia harus pegang surat cerai ke empat dong," ujar Yuke.

Hingga kini, pihak kepolisian dan TNI masih berjaga-jaga di Rumah Duka Dharmais guna pengamanan. Jenazah korban kita berada di tangan istri pertama.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.