HETANEWS

Diduga Tidak Swakelola, Proyek Pengaspalan Jalan di Desa Kalembak Mengecewakan

Proyek pengaspalan jalan di Desa Kalembak, Kecamatan Dolokmerawan, Sergai yang mengecewakan. (foto/dmk)

Sergai, hetanews.com - Dana Desa (DD) yang digelontorkan pemerintah melalui APBN (anggaran pendapatan belanja negara) ke seluruh desa di Indonesia dengan tujuan pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat. 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo pun menegaskan sesuai aturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), semua proyek dana desa harus dilakukan secara swakelola yang dilakukan oleh masyarakat dan 30 persen dipakai untuk membayar upah pekerja dari masyarakat. 

Pun begitu, masih saja ada sejumlah kepala desa yang tak patuh pada aturan terkait penggunaan DD tersebut. Proyek yang menggunakan DD justru di-sub-kan atau diborongkan kepada kontraktor dan tidak melibatkan warga setempat.

Seperti di Desa Kalembak, Kecamatan Dolokmerawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Pantauan hetanews.com di lokasi, Kamis (8/11/2018), proyek pengaspalan jalan yang menggunakan anggaran DD  Rp186.026.000 untuk volume 245 meter x 3 meter diduga di-sub-kan. Meskipun tertulis di plank jika proyek itu dikerjakan TPK Desa Kalembek.

Pendamping Desa Kalembak, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Simalungun, Pasaribu yang dikonfirmasi mengaku sudah berulang kali mengingatkan Kepala Desa Kalembak terkait penggunaan DD tersebut. Hanya saja, tak pernah digubris.

"Saya sudah sering sampaikan agar pengerjaan selalu swakelola, Pak. Jadi mutunya pun bisa bagus, Pak," ungkapnya. 

Pasaribu mengaku sudah meninjau ke lokasi proyek dan kecewa dengan hasilnya. "Memang ngeri hasilnya, Pak, terlalu tipis, Pak," bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalembak, Kecamatan Dolokmerawan, Kabupaten Sergai, Sihombing belum memberikan penjelasan terkait hasil pengerjaan proyek pengaspalan jalan tersebut. Nomor seluler miliknya yang dihubungi tidak aktif. 

Penulis: dmk. Editor: anto.