Fri 16 Nov 2018

DKP Medan Upayakan Toko Tani Indonesia Hadir di Setiap Kelurahan

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan, Ir.  Qamarul Fatah, M.S pada Pembinaan TTI di Balai Kota, Rabu (7/11/2018). (foto/rico)

Medan, hetanews.com - Walikota Medan, Drs. H. T.  Dzulmi Eldin S. M.Si diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan, Ir.  Qamarul Fatah, M.S membuka Pembinaan Toko Tani Indonesia (TTI)  di Balai Kota Medan, Rabu (7/11/2018).

 

Dalam sambutannya, meski Pemko Medan telah melaksanakan pembangunan kota di berbagai aspek  baik ekonomi, sosial  budaya maupun aspek fisik namun tetap saja masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap pangan seperti kenaikan harga, penurunan pasokan serta akses masyarakat terhadap pangan itu sendiri.

 

Menyikapi itu terbentuklah Toko Tani Indonesia dengan latar belakang adanya fluktuasi harga beras akibat kurangnya pasokan, panjangnya rantai distribusi yang berakibat tingginya harga beras di tingkat konsumen dan operasi pasar (OP) bersifat sementara dalam mengatasi harga beras yang relatif tinggi.

 

Dengan terbentuknya Toko Tani Indonesia ini, jelas Qamarul, memberi  beberapa manfaat bagi masyarakat Kota Medan. Seperti lebih mudah mengakses beras, harga beras menjadi lebih murah dibandingkan beras lain, beras tidak mengandung pengawet dan pemutih serta beras yang tidak dioplos.

 

‘’Untuk itu saya berharap kepada stakeholder terkait, terutama Perum Bulog, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perikanan  agar dapat bekerja sama dengan baik agar ketersediaan pangan dan pasokan pangan di Kota Medan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kota Medan,” kata  Qamarul.

 

Selanjutnya Qamarul mengungkapkan, stok beras  untuk Kota Medan aman hingga 3 bulan ke depan. Dikatakannya, saat ini ada 1.200 ton beras tersedia di Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan warga. 

 

Turut hadir Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim, S.Sos, MSP, Kepala  Bulog Sub Divre Kota Medan, Tamin Siregar, Dewan Ketahanan Pangan Kota Medan, Prof. Dr. Ir. Bilter Sirait, MS, perwakilan dari OPD terkait serta para pelaku Toko Tani.

 

Sebelumnya  Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim, S.Sos menyampaikan hasil pertemuan bersama Wagubsu, Musa Rajekshah terkait harga-harga pangan di pasaran. Hasilnya, pihaknya sepakat untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumut beserta seluruh kabupaten/kota untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga pangan.

 

Terkait dengan keberadaan Toko Tani Indonesia, Muslim juga berharap dapat menjadi wadah bagi para petani. Dengan demikian setiap petani yang ingin memasukkan hasil pertaniannya dijual di Toko Tani Indonesia  tanpa harus melewati proses panjang sampai ke pasaran. Jika itu terjadi, Muslim khawatir akan merugikan para petani.

 

Oleh karena itulah Dinas Ketahanan Pangan (DKP) akan berupaya untuk mengadakan Toko Tani Indonesia  di setiap kelurahan di Kota Medan. “Hal ini menjadi salah satu program yang diharapkan bisa memberi dampak yang positif dan luar biasa agar ekonomi masyarkat dapat bergerak,” jelas Muslim. 

Penulis: rico. Editor: anto.