HETANEWS

Wagubsu Apresiasi Kreatifitas Anak Muda di MyLocallyMade Re-imagine Volume I

Wagubsu, Musa Rajekshah dan istri meninjau koleksi Ulos pada MyLocallyMade Re-imagine Volume I, Rabu (7/11/2018). (foto/dvd)

Medan, hetanews.com - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah atau yang sering disapa Ijeck mengaku bangga dan mengapresiasi terselenggaranya pameran Ulos yang diinisiasi oleh anak muda Sumut. Pameran ini juga dinilai memperkaya wawasan masyarakat tentang Ulos sebagai warisan berharga suku Batak dengan pengemasan yang menarik.

Hal ini diungkapkan Ijeck saat menghadiri pameran MyLocallyMade Re-imagine Volume I, Mengenal Karya Seni Instalasi Ulos dari Koleksi Torang Sitorus, di Andaliman Hall Jalan Abdullah Lubis Medan, Rabu (7/11/2018).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anak muda yang sudah berinisiatif untuk membantu pemerintah melestarikan seni budaya kita, khususnya Ulos ini. Saya bangga kalau anak-anak muda Sumut lakukan kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.

Locallymade Re-imagine Volume I menampilkan Ulos-Ulos dari koleksi pribadi ahli dan kolektor tekstil asal Sumut, Torang Sitorus. Dari semua koleksi, kata Ijeck, ada salah satu yang paling menarik hatinya. Yakni Ulos yang diproduksi secara natural mulai dari pemintalan, pengikatan dan pencelupan untuk pewarnaan.

“Hal seperti ini kan tidak banyak diketahui masyarakat. Menghasilkan ulos dengan bahan-bahan alami, bahkan pewarnaannya menggunakan sari warna dari tumbuhan. Menurut saya, ini merupakan sebuah prestasi besar yang harus kita kembangkan,” katanya.

Ijeck pun akan memasilitasi pameran seperti ini dengan menyediakan ruang khusus di Museum Provinsi Sumut. Sehingga anak muda bisa banyak berperan dan beraktivitas di Museum. Menurutnya, kesan museum yang selama ini identik dengan membosankan harus mendapat sentuhan dari anak-anak muda yang kaya dengan ide dan kreativitas.

“Banyak sekali potensi luar biasa seni dan budaya Sumut. Ajak kami Pemerintah ini untuk berdiskusi dan berkomunikasi bagaimana agar bersama-sama kita bisa mengembangkan dan melestarikan warisan berharga kita ini,” pesannya.

Sementara itu, Robert selaku panitia penyelenggara sekaligus pendiri MyLocallyMade menyampaikan bahwa acara Locallymade Re-imagine Volume I akan diselenggarakan hingga 11 November 2018. Selain menampilkan pameran Ulos Torang Sitorus, ada pula bazaar kuliner, talkshow, dan workshop.

“Tujuan kami mengadakan pameran ini adalah untuk menunjukkan bahwa Sumut juga punya karya-karya besar. Kami ingin menstimuli agar semakin banyak kreativitas yang berkembang di Sumut ini seperti di kota-kota besar lainnya,” ucapnya.

Pameran ulos menampilkan ratusan koleksi Torang Sitorus yang dikumpulkan selama puluhan tahun. Selain itu, ditampilkan pula projek kolaborasinya dengan Desainer ternama Indonesia Ivan Gunawan dan karya terbarunya Ulos Harungguan yang berhasil meraih penghargaan World Craft Council 2018.

Hal yang lebih membanggakan lagi ialah kain Ulos yang dibuat melalui hasil arahan designer muda Torang Sitorus kepada penenun tradisional di Muara Kabupaten Taput sebagai souvenir di ajang Tahunan IMF di Newyork karena dianggap kain replika tua yang dibuat dengan tradisional pakem-pakem aslinya dan bahan-bahan alami seperti akar indigo, akar mengkudu, mahoni, kayu jior yang difermentasi menjadi pewarna alami. 

"Dalam konsep inilah internasional menghargai karya-karya kita dan bahkan mereka lebih apresiatif dibanding kita orang lokal sendiri. Diharapkan melalui kegiatan ini lebih banyak lagi karya karya lokal menjadi go internasional nantinya," ucap Torang.

Selain itu, ditampilkan pula Custom Bike oleh seorang Custom Motorbike Enthusiast asal Sumut, Siarkansyah yang telah berprestasi hingga ke tingkat internasional berkat kreasi motor modifikasinya. Siarkansyah juga memenangkan Best of The Best SuryaNation MotorMan di Verona Italy.

Penulis: david. Editor: anto.