HETANEWS

Polres Siantar Mulai Gulung Omak – omak yang Main Leng, Ini Pertanda Apa?

Lima wanita saat diamankan, di ruangan Unit PPA, pasca ditangkap berjudi, Selasa (6/11/2018). (foto/hza)

Catatan: Gun

Gebrakan Polres Siantar melalui Unit Sat Reskrim yang menangkap 5 orang omak – omak (ibu – ibu,red), sukses membuat ‘heboh’ satu kota.

Bahkan, berita penangkapan pemain judi leng itu, juga menjadi viral di media sosial (facebook).

Beragam komentar warga Siantar dan warganet atas ditahannya para ibu rumah tangga (IRT) yang hampir sama postur tubuhnya tersebut.

Seperti yang dihimpun Hetanews.com, Rabu (7/11/2018), banyak juga kalangan warga yang menertawakan penangkapan kelima Omak-omak itu dan Polres Siantar dituding hanya berani menahan ibu – ibu.

Padahal, masih menurut warga, masih banyak pelaku tindak kejahatan di kota Siantar yang perlu disikapi, namun mengapa harus ibu – ibu yang main leng dengan uang recehan yang ‘diurusi’.  

Baca juga: Ketangkul Main Leng, 5 Omak – omak Ini Terancam Tujuh Tahun Penjara

Namun salah seorang warga jalan Pattimura Siantar, G Simangunsong, menanggapi cuitan warga itu dengan pandangan berbeda.

Barang bukti yang disita Polisi. (foto/hza)

Menurutnya, bahwa pihak Sat Reskrim Polres Siantar mungkin saat ini lagi show power (unjuk kekuatan,red) dengan menindak tegas semua pelaku kriminal tanpa pandang bulu.

Apalagi sepengetahuannya, baru – baru ini Reskrim Siantar dijabat Kasat yang baru yaitu AKP TP Butarbutar dan merupakan warga asli kota Siantar.

“Kalau aku lihat, mungkin saja Kasat Reskrim yang baru mau menunjukkan kinerja dari hal yang kecil – kecil dulu, setelah itu masuk ke kasus besar. Dan bisa jadi ini semacam warning bagi siapa pun pelaku kejahatan di Siantar. Emak – emak aja disikat, kan begitu?,”ujarnya berasumsi.           

Intinya, publik jangan terhipnotis dengan melihat siapa yang ditangkap, tapi bagaimana hasil dari kinerja Polisi. Nah, itu yang perlu dicermati, ujarnya mengakhiri pembicaraan, Rabu (7/11/2018).             

Penulis: gun. Editor: gun.