HETANEWS

Diiming-imingi Rp40 Juta Ngantar Narkoba, Pria Ini malah Terancam Hukuman Mati

Terdakwa di persidangan. (foto/dian)

Medan,hetanews.com- Zulkifli bin Ismail alias Joel (35), dituntut mati dalam sidang yang digelar, di ruang Cakra VI, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (7/11/2018).

Warga Aceh itu, dituntut mati karena memiliki, menguasai serta mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 35 kg dan ekstasi sebanyak 70.905 butir.

"Meminta kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini supaya menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana mati," ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sarjani Sianturi, di hadapan Ketua Majelis Hakim, Dominggus Silaban.

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas narkotika. "Perbuatan terdakwa juga merusak para generasi muda di Indonesia. Hal yang meringankan tidak ada," terang JPU Sarjani.

Perbuatan terdakwa dinilai JPU Sarjani melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa.

Sebelumnya dalam dakwaannya, JPU Sarjani menyebutkan, pada 24 Februari 2018, lalu, terdakwa ditelepon oleh Amrizal untuk merental mobil. Amrizal merental mobil untuk membawa narkotika jenis sabu dan ekstasi ke Medan.

Zulkifli dijanjikan akan mendapat upah sebesar Rp40 juta. Selain itu, Zulkifli disuruh untuk memanggil Dedi dan mereka bertemu di Pasar Panton. Ketika bertemu, Zulkifli menerima uang Rp1,3 juta, sedangkan Dedi mendapat Rp200 ribu yang diberikan oleh Amrizal.

Kemudian, Zulkifli dan Dedi, menuju Lhokseumawe dengan mobil angkutan umum. Di lokasi, mereka menyewa satu unit mobil Avanza warna putih B 2139 SZK untuk disewa selama 3 hari dengan harga sewa Rp900 ribu.

Selanjutnya, kedua pria ini kembali ke Pasar Ponton untuk bertemu Amrizal yang kemudian memberikan uang sebesar Rp1,5 juta kepada Zulkifli dan Dedi sebagai ongkos operasional membawa sabu dan ekstasi ke Medan. Tak lama, Zulkifli dan Dedi dihubungi oleh seseorang bernama Basri untuk serah terima narkotika, di Jalan Lintas Medan-Aceh Tualang Cut.

Narkotika diletak di bawah jok tengah mobil yang ditumpangi Zulkifli dan Dedi. Keduanya pun menuju Medan. Tiba di Medan, Zulkifli menelpon Amrizal dan memberitahukan bahwa mereka sudah parkir di Hotel Antara.

Selanjutnya, Dedi memberikan kunci kreta Honda Scoopy milik Amiruddin kepada Zulkifli. Keduanya pergi ke kedai kelapa. Tak lama, Zulkifli dan Dedi didatangi oleh petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polrestabes Medan.

Saat bersamaan, Amiruddin sudah berhasil ditangkap terlebih dahulu dengan barang bukti berupa dua tas ransel hitam berisi sabu seberat 35 kg dan ekstasi sebanyak 70.905 butir. Ketika diperiksa, Zulkifli dan Dedi mengakui bahwa narkotika yang diberikan kepada Amiruddin berasal dari Amrizal.

Berdasarkan informasi itu, petugas gabungan dari BNN, BNNP Sumut dan Polrestabes Medan melakukan pengejaran terhadap Amrizal. Namun, karena Amrizal berusaha melarikan diri, dia ditembak hingga meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Penulis: dian. Editor: gun.