HETANEWS

Binjai Supermall Bantah Mengemplang Pajak, Siap Dipanggil Penyidik

Binjai, hetanews.com - Management Binjai Super Mall (BSM) angkat bicara mengenai pernyataan dari pihak Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai tentang dugaan pengemplangan pajak.

Corporate Public Relation Manager Lippo, Nidia N Ichsan membantah tudingan itu.

Menurutnya, BSM telah melakukan penyetoran pajak reklame dan pajak pendapatan foodcourt sesuai dengan prosedur yang ada.

"Sampai saat ini pihak Pemko Binjai tidak pernah melakukan peneguran atau peringatan atas kekurangan pembayaran," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (6/11/2018).

Mengenai pajak atas parkir di lingkungan BSM, Nidia mengatakan manajemen telah menunjuk pihak ketiga.

"Sky Parking selaku operasional perparkiran di Binjai Supermall mulai periode Agustus 2017 hingga saat ini. Apabila Kejaksaan Binjai bermaksud untuk melakukan pemanggilan terkait hal ini, Binjai Super Mall bersikap kooperatif selama masa baik pada tingkat penyelidikan maupun penyidikan yang akan datang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Binjai, Affan Siregar sudah pernah diperiksa sekali oleh Kejari Binjai. "Sekali waktu itu, nanya data saja. Ya saya kasih," ujar Affan.

Dia membantah jika disebut tiga pajak yang di BSM ini disetor ke kas daerah secara glondongan. Artinya, tidak disetor berdasar per item. 

"Setelah saya teliti tidak ada itu. Bukan. Per item (disetor)," ujar dia.

Meski demikian, realiasasi PAD Kota Binjai tidak mencapai target. Disoal target, menurut Affan, ada perbedaan. Affan mengaku siap jika dipanggil Kejari Binjai.

"Target kitakan berbeda dengan realisasi penjualan merekan. Itukan self assesment, hitung sendiri maksudnya. Kalau masuk (ke kas) PPN dan PPh kita, kita yang menghitung. Kita bayar, itu saja," tandasnya.

Diberitakan, penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Binjai mengendus adanya dugaan pengemplangan pajak di BSM. Hingga kini, dugaan pengemplangan pajak pada mall termegah di Kota Binjai ini masih dalam penyelidikan.

Bahkan, Kejari Binjai juga sudah menerbitkan surat perintah penyelidikan (Sprinlid) untuk perkara tersebut. Informasi dihimpun, tiga pajak yang tengah dilidik penyidik yakni, pajak parkir, pajak reklame dan pajak restoran. 

Pajak reklame 25 persen masuk ke kas Pemerintah Kota Binjai menjadi pendapatan asli daerah (PAD) dari nilai kontrak. Sedangkan pajak parkir 30 persen harus disetor ke kas negara dari omzet yang diperoleh BSM. 

Terakhir pajak restoran yang dikenakan kepada konsumen sebesar 10 persen.

Baca juga: Kejari Binjai Telusuri Dugaan Penggelapan Pajak BSM

Penulis: jufri. Editor: bt.