Thu 15 Nov 2018

Dianiaya Tantenya, Karolina boru Galingging Meninggal Dunia Setelah Opname 3 Hari

Ilustrasi penganiayaan.

Simalungun,hetanews.com- Seorang bocah usia 3 tahun, Karolina boru Galingging, mengalami tindak kekerasan (penganiayaan,red) hingga menghembuskan nafas terakhir, Sabtu (3/11/2018), pukul 20.00 WIB, setelah diopname selama 3 hari, di Rumah Sakit Harapan Siantar.

Informasi yang dihimpun Hetanews.com, Selasa (6/11/2018), tindak penganiayaan itu dilakukan oleh tantenya korban, berinisial RN (13) yang juga masih tergolong anak di bawah umur.

Kejadiannya pada Kamis (1/11/2018), pukul 17.00 WIB, di kediaman orang tua pelaku, di Huta III Silou Bosar, Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun. Dimana awalnya, pelaku RN mengajak korban untuk mandi dan karena korban sulit diatur, membuat pelaku emosi, kemudian melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara menonjok bagian kepalanya.

Hal itu membuat korban menangis, dan pelaku RN pun semakin emosi. Pelaku menjambak rambut korban sambil membenturkan kepala bagian belakang korban sebanyak dua kali ke tembok bak kamar mandi orang tua pelaku RN, hingga korban menangis kesakitan.

Saat itu, pelaku berusaha membujuk korban Karolina, namun korban tetap menangis hingga pelaku semakin emosi.

Pelaku kembali mengulangi perbuatannya dengan mendorong kepala bagian belakang korban, kemudian membenturkan  kepala bagian depan korban ke tembok bak kamar mandi sebanyak satu kali dengan sekuat tenaganya.

Korban pun terpental dan jatuh kebelakang, di semen lantai kamar mandi dengan kondisi lemas tak berdaya.   

Setelah mendapat saran dari Bidan Desa setempat, orang tua pelaku langsung membawa korban ke Rumah Sakit Harapan Siantar hingga opname selama 3 hari.

Namun takdir berkata lain, korban akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Dan selain menganiaya korban Karolina, pelaku RN juga disebut melakukan kekerasan terhadap korban Petra Rotua Sigalingging (5) hingga mengalami luka memar pada bagian keningnya dan luka memar pada bagian pelipis mata sebelah kanan dan kiri.

Tidak cukup hanya kedua korban itu, pelaku juga menganiaya abang tiri dari korban Karolina, yaitu Lambok Tampubolon (9) hingga mengalami memar pada pahanya sebelah kanan.

Keberadaan para korban di rumah orang tua pelaku RN, yaitu dititipkan oleh ibu dari para korban, Masda boru Nababan untuk diasuh oleh orangtuanya dan adiknya (pelaku RN).

Atas perbuatannya, pelaku RN melanggar Pasar 80 Ayat (3) dan Pasal 80 Ayat (1) dan Pasal 80 Ayat (1) jo Pasal 76C dari Undang – undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang – undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dihukum penjara selama – lamanya 15 tahun penjara dan denda Rp.3.000.000.000 (tiga miliar rupiah).

Dan kasus ini lagi ditangani pihak Polres Simalungun.   

       

 

Penulis: gun. Editor: gun.