HETANEWS

Kasus Aniaya Pembantu, Hakim PN Siantar Tolak Eksepsi Dokter Gigi

Sidang putusan sela kasus penganiayaan dokter gigi Herawati Sinaga. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan oknum dokter Gigi, Herawati Sinaga.

Hakim sidang dipimpin Fitra Dewi Nasution dalam putusan sela menilai surat dakwaan jaksa telah memenuhi syarat formil dan materil sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Baca juga: Cara Serti Kabur Karena Tak Tahan Dianiaya Majikan, Pecahkan Kaca Ventilasi

Hakim menilai surat dakwaan sah menurut hukum dan dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan perkara.

“Berdasarkan keputusan yang kita berikan berikan, perkara akan dilanjutkan dengan agenda menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata Fitra Dewi.

Baca juga: Jaksa: Serti Ditinju, Ditendang, Mata Dioles Balsem dan Disiram Air Panas

Sementara itu, hakim menambahkan sidang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)  atau penganiayaan terhadap pembantu selanjutnya akan digelar dua kali dalam sepekan.

Dalam persidangan yang digelar, Selasa (6/11), hakim Fitra dibantu dua hakim anggota Fhytta Imelda Sipayung dan M Nuzuli. Hadir sebagai jaksa penuntut umum (JPU), Henny Simandalahi.

Baca juga: Kasus KDRT Dokter Gigi, Penasehat Hukum Sebut Ada Kejanggalan Dakwaan Jaksa

Terkait putusan hakim, terdakwa Herawati Sinaga didampingi dua penasehat hukumnya, Martin Onruso Simanjuntak dan Risman Siburian menyatakan pihaknya menghargai putusan hakim.

Diberitakan, oknum dokter itu tersandung kasus penganiayaan terhadap pembantunya sendiri, Serti Mariana Butar-Butar di bulan Februari 2018.

Dalam dakwaan jaksa, Herawati didakwa melakukan perbuatan sebagaimana dalam pasal 44 ayat 1 undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam ringkup rumah tangga, dakwaan kesatu atau kedua pasal 351 ayat 1 KUH-Pidana tentang penganiayaan.

Penulis: bt. Editor: bt.