HETANEWS

Seorang Anak Bunuh Bapak di Ngawi, Pelaku Alami Gangguan Jiwa

Nganjuk, hetanews.com - Diduga mengalami gangguan jiwa, seorang pemuda di Nganjuk tega menghabisi nyawa ayah kandungnya. 

Ponidi (40), warga Dusun Jajar, Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk diketahui membunuh ayahnya sendiri, Nyono (60) pada hari Selasa (6/11/2018) dini hari.

"Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini pelaku merupakan anak kandung korban," terang Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta kepada wartawan, Selasa (6/11/2018).

Dewa mengungkapkan, pembunuhan diperkirakan terjadi pada pukul 00.00 WIB. Namun keberadaan korban baru diketahui sekitar pukul 03.00 WIB oleh tetangga korban bernama Winarsih.

Wanita berusia 42 tahun tersebut memang membuatkan kopi untuk korban setiap hari.
 

Diduga Gangguan Jiwa, Warga Nganjuk Bunuh Ayah Kandung
Polisi menemukan sebuah kayu balok yang diduga digunakan untuk membunuh korban.

"Saksi saat itu melihat korban yang tertidur mengeluarkan darah dari bibir. Karena agak gelap saksi lalu pulang ke rumahnya dan mengambil senter dan mengajak suaminya melihat kondisi korban. Ternyata ada banyak darah di bawah tempat tidur korban juga. Mengetahui kondisi korban seperti itu, langsung melapor ke perangkat desa dan polisi," beber Dewa.

Dewa mengatakan, dari hasil olah TKP, polisi kemudian menemukan sebuah kayu balok berukuran sekitar satu meter di lokasi. Kayu berlumuran darah itu diduga digunakan pelaku untuk memukul kepala korban. 

Kendati demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada tidaknya motif lain di balik penganiayaan berujung kematian ini.

"Pelaku merupakan anak kandung korban yang mengalami gangguan jiwa sejak 10 tahun yang lalu dan baru kembali dari berobat di Puskesmas Rejoso sekira 4 bulan lalu. Tapi kita akan tetap kembangkan penyelidikan lebih lanjut terkait pembunuhan ini apa ada motif lain," lanjutnya.

Dewa mengutarakan, pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat (3) KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara lebih dari lima tahun. 

sumber: detik.com

Editor: sella.