HETANEWS

Kejari Binjai Telusuri Dugaan Penggelapan Pajak BSM

Binjai Super Mall. (foto/jufri)

Binjai,hetanews.com- Binjai Super Mall (BSM) saat ini menjadi sorotan penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, karena dugaan penggelapan atau pengemplangan pajak.

Tidak diketahui, apakah mall yang dikelola Lippo Group tersebut yang menggelapkan pajak atau Pemerintah Kota (Pemko) Binjai yang memangkas pajak BSM.

Informasinya, Kejari Binjai sudah menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprinlid) untuk perkara pajak parkir, pajak reklame dan pajak restoran. 

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Binjai Nomor 3 Tahun 2011, BSM harus menyetor pajak reklame sebesar 25 persen dari kontrak, untuk pajak parkir 30 persen dari omset dan pajak restoran sebesar 10 persen yang dikenakan kepada konsumen.

Kasi Pidsus Kejari Binjai, Asepte Ginting kepada wartawan, mengakui, saat ini pihaknya sedang menyelidiki dugaan pengemplangan pajak BSM.

"Benar, kalau penyelidikan (pengemplangan pajak BSM) itu ada. Tapi, belum bisa saya jabarkan, karena belum menjadi konsumsi publik," ungkap Asepte yang mengaku sedang diklat, di Jakarta, Selasa (6/11/2018) sore.

Atas dugaan penggelapan pajak tersebut, pihak Kejari Binjai telah memanggil Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Binjai, Affan Siregar.

"Saya pernah dipanggil ke Kejari Binjai. Mereka minta data (setoran pajak). Ya saya kasih saja semuanya," kata Affan.

Penulis: jufri. Editor: gun.