HETANEWS

Bernhard Damanik: Setahu Kita PT SBSJJ Sudah Kantongi Izin

Simalungun,hetanews.com- Polemik keberadaan PT Sumber Bumi Sawit Jadi Jaya (SBSJJ), di Huta IV, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, kian meruncing.

Hal ini setelah sebelumnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Agresi), membuat laporan pengaduan yang ditujukan kepada Kapolda Sumatera Utara (Sumut), pekan lalu.

Dalam surat pengaduan tersebut, PT SBSJJ diduga kuat telah melanggar ketentuan UU No 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan.

Menanggapi ini, anggota komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Simalungun, Bernhard Damanik, mengakui PT SBSJJ telah memenuhi persyaratan administrasi, dan sepengetahuannya tidak ada pelanggaran yang dilakukan.

"Sepengetahuan kami dari DPRD, PT SBSJJ itu sudah melengkapi izin dan telah mendapat rekomendasi dari Pemkab Simalungun, baik itu Bappeda, Kehutanan dan dinas lain," ujarnya saat dihubungi hetanews.com, Senin (5/11/2018).

Ditanya, apakah pihaknya (DPRD) telah mengetahui adanya laporan dari LSM Agresi terkait dugaan pelanggaran hukum oleh PT SBSJJ, Bernard, mengaku belum mengetahui.

Baca juga: Joner Sipahutar Belum Ngantor, Staf Bilang masih di Medan?

"Belum tahu saya kalau ada laporan dari masyarakat terkait hal itu, namun apabila itu terbukti ada pelanggaran, kita DPRD akan menunggu terlebih dahulu hasil dari penyelidikan kepolisian mengenai adanya pelanggaran yang dimaksud," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, LSM Agresi, melalui Direktur Eksekutif, Sukoso Winarto, resmi mengadukan S alias Senghuat, yang diduga secara bersama-sama dengan Camat dan Pangulu Hatonduhan, menerbitkan rekomendasi izin pendirian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) diatas tanah hutan negara.

Terkait laporan itu, hetanews.com belum dapat meminta keterangan dari pihak pemerintah Kecamatan Hatonduhan, dalam hal ini Camat dan Pangulu.

Penulis: tim. Editor: gun.