HETANEWS

Alamak!! Pangonal Harahap Bilang Terima Duit Fee Proyek Gak Tau Kalau Melanggar Hukum

Pangonal Harahap saat memberikan kesaksian di persidangan. (foto/dian)

Medan,hetanews.com- Pangonal Harahap, selaku mantan Bupati Labuhanbatu nonaktif, menjadi saksi dalam persidangan suap terhadap dirinya dengan terdakwa Effendi Syahputra alias Asiong, di ruang Cakra Utama, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (5/11/2018).

Di hadapan hakim yang diketuai oleh Irwan Effendi, Pangonal Harahap, mengaku tak tau Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sehingga menganggap perbuatannya menerima fee proyek adalah hal biasa.

"Saya tak pernah membaca tentang Undang-undang korupsi, Pak Hakim. Saya tidak memahami itu sumpah, kan memang semua bupati-bupati seperti itu. Yang saya ketahui, bahwa kontraktor atau pengusaha itu diperbolehkan (memberikan fee proyek)," jawab Pangonal Harahap.

Pangonal Harahap menyebut perbuatannya itu kebiasaan yang salah, itupun dia ketahui setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya ketahui, bahwa kontraktor atau rekanan itu diperbolehkan (berikan fee proyek), makanya saya tidak tau, Pak Hakim," kata Pangonal Harahap lagi.

Pangonal Harahap juga mengaku sudah lama mengenal baik Asiong. Bahkan setelah terpilih kembali menjadi Bupati Labuhanbatu hingga dilantik, pada 2015 lalu, keduanya sudah duduk bersama membicarakan tentang pembangunan Labuhanbatu ke depannya.

"Asiong adalah salah satu pemborong yang besar dan mampu memperbaiki mutu pembangunan di Labuhanbatu dengan bagus, Pak Hakim,"jelas Pangonal.

Dalam persidangan ini juga terungkap kalau Pangonal Harahap ada menerima Rp40 Miliar dari Asiong. Uang itu, menurutnya, dipinjamnya di awal sebagai modal untuk bertarung, di Pilkada Labuhanbatu.

"Jadi setiap ada proyek, saya mendapatkan keuntungan 15% dan intinya saya tidak pernah memaksa rekanan untuk memberikan fee itu kepada saya," ucap Pangonal. 

Usai sidang, Pangonal Harahap yang sengaja diterbangkan dari Jakarta oleh KPK untuk menjadi saksi, di persidangan ini, terlihat menyalami majelis hakim.

Bahkan, terdakwa Asiong pun ia salami dan berbicara sangat akrab. Sidang ini pun ditunda untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya, pada Kamis (8/11/2018) mendatang.

Diketahui sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Dody Sukmono, Mayhardi Indra dan Agung Satrio Wibowo menyebutkan, bahwa Pangonal Harahap menerima uang dari Asiong sebesar Rp38.882.050.000 dan SGD 218.000. Uang tersebut diserahkan bertahap melalui anak Pangonal Baikandi Harahap, Adik Ipar Pangonal Yazid Anshori dan stafnya, Umar Ritonga yang masih buron.

Penulis: dian. Editor: gun.