Thu 15 Nov 2018

Komplotan Penculik Dibekuk Poldasu, Oknum Polisi Terlibat

Dirreskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian didampingi Wadirreskrimum Poldasu, Andri Setiawan, saat menggelar konferensi pers, Senin (5/11/2018). (foto/adr)

Medan, hetanews.com- Oknum Polisi terjaring Tim Subdit III/ Jahtanras Ditreskrimum Poldasu dalam kasus penculikan bersama lima orang temannya.

Mereka adalah, M Nasir (53), warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Parukian Simarmata (38), warga Jalan Pintu Air  VI, Gang Mesjid, Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor (oknum Polri), Parulian Manullang alias Bangun (42), warga Jalan Pasar VII, Kelurahan Beringin Medan Selayang, Riko Manullang (33), warga Jalan Jaya Tani, Gang Anggrek, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor.

Tua Pandapotan Panggabean (34), penduduk Jalan Luku I, Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor, Budi Hartono (46), warga Jalan Luku II, Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor dan Dedi Harianto Marbun, warga Jalan Madura, Kelurahan Kebun Binjai Utara, Kota Binjai.

"Kita berhasil mengukap kasus penculikan. Korbannya ada tiga orang," kata Dirreskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian didampingi Wadirreskrimum Poldasu, Andri Setiawan, Senin (5/11/2018).

Andi memaparkan, awalnya para korban, Masri (36), Sakruddin (51) dan Nzulafri, menumpangi mobil dari hotel Grand Inna, menuju Jalan Ringgroad Medan. Ketika di Jalan Gatot Subroto Medan, para pelaku yang mengendarai sepedamotor dan mobil menyetop kendaraan para korban.

"Seorang pelaku menyuruh korban menjumpai pelaku Nasir, di Hotel Polonia. Di hotel ini, para pelaku dianiaya oleh pelaku Nasir yang merupakan otak pelaku penculikan," kata dia.

Lantaran situasi mulai ribut, para pelaku membawa korban ke hotel Kristal, Jalan Padang Bulan. "Kemudian pindah hotel, di hotel ini, para korban dipisah, lalu korban Masri dianiaya lagi, bahkan ditelanjangi karena dianggap bos bisnis penipuan,"ucap dia.

Tidak sampai disitu, setelah dianiaya, para korban dibawa ke daerah Jalan Sisingamangaraja Medan. "Nah saat itu, ada beberapa saksi yang melapor ke Poldasu, dalam laporannya ada penculikan,"jawabnya.

Setelah mendapat laporan itu, Polisi langasung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan. "Para pelaku langsung teridentifikasi dan kita lakukan penangkapan terhadap tujuh pelaku. Enam orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sedangkan seorang lagi masih dalam pemeriksaan," ujarnya.

Menurut Andi, modus penculikan dan penganiayaan ini, dilatarbelakangi masalah investasi bet coin. "Tersangka sudah banyak investasi uang hampir Rp900 juta. Jadi otak pelaku, Nasir berusaha meminta uang dengan cara melakukan penculikan dan penganiayaan," sebutnya.

Kata Andi, dari pelaku yang diamankan, seorang diantaranya oknum Polisi, bernama Parukian Simarmata. "Jadi awalnya, Nasir menghubungi Budi Hartono. Kemudian Budi Hartono mencari para pelaku lain untuk melakukan aksi. Oknum ini, perannya menggiring para korban," jelas dia.

Selain pelaku, petugas menyita barang bukti, 2 unit mobil, 3 unit kaca mata dan handpone. "Pasal yang dikenakan 333 ayat 1 KUHP dan atau pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP jo 55," sebutnya.

Penulis: adr. Editor: gun.