HETANEWS

Pendaki Cartenz yang Tewas Dimakamkan di Pemakaman Keluarga

Papua, hetanews.com - Andika Pratama Putra (35), pendaki meninggal saat mendaki Gunung Cartenz, Papua, Sabtu (3/11). Jenazah Andika dievakuasi ke Timika pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIT menggunakan helikopter Komala Air, dan diberangkatkan ke Bandung menggunakan penerbangan Garuda Indonesia.

Jenazah Andika tiba di Bandung sekitar pukul 24.00 WIB, dan segera dimakamkan pada Senin pada pukul 07.30 WIB di pemakaman keluarga Jamaras di Cikadut.

Andika meninggal saat melakukan pelatihan bagi enam orang pendaki asing berkewarganegaraan Rusia dan Azerbaijan sejak 29 Oktober, sebagai persiapan sebelum pendakian ke puncak Cartenz. Dia terkena reruntuhan batu dan meninggal dunia.

Korban dikenal sebagai sosok yang humoris di mata orang-orang terdekatnya. "Beliau sosok yang memiliki rasa kepemimpinan tinggi serta sangat humoris mampu mencairkan suasana," ujar salah satu kerabat dekat Andika, Franciska Dimitri, saat melayat ke kediaman almarhum.

Franciska menceritakan, ia pernah dipandu oleh Andika saat menggelar pendakian tujuh gunung tertinggi dunia (Seven Summit) di Gunung Kilimanjaro.

Sosok kepemimpinan Andika ditunjukan saat Franciska bersama kawan-kawan lainnya seolah sudah tak berdaya untuk bisa sampai ke puncak Gunung Kilimanjaro.

Andika terus menyemangati meski ia pun sama-sama kelelahan. Saat ketika akan sampai di puncak ia datang terlebih dahulu dan menyambut mereka.

"Ia berkata 'selamat kalian sampai (di puncak). Kalian berhak sampai di puncak ini (Kilimanjaro)'. Pembawaannya yang humoris, membuat perjalanan saat turun pun terasa tidak begitu lelah," kata dia.

Selain humoris, Andika juga dikenal sebagai sosok yang membawa ketenangan. Menurut Franciska, saat tim mengalami masalah, Andika selalu hadir sebagai obat penenang di saat yang lainnya panik.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.