HETANEWS

Terkesan Asal Jadi, Pembangunan Embung Tambok Bolon Disoal Warga

Embung Tambok Bolon yang tampak kotor (atas), plank proyek (kiri bawah) dan bagian kolam yang longsong (bawah kanan). (foto/rachmat)

Humbahas, hetanews.com - Pembangunan proyek pemeliharaan embung Tambok Bolon yang berlokasi di Tambok Ganjang, Dusun Pulopolulo, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Humbang Hasundutan (Humbahas) dipersoalkan warga.

Pasalnya,  proyek Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara (BWS Sumut) II dengan nilai anggaran Rp1.337.072.000  ini terkesan dikerjakan asal jadi. Hal itu terlihat kebocoran di beberapa titik embung yang menyebabkan debit air tak kunjung naik. Meskipun proyek tersebut baru hitungan hari selesai dikerjakan.

"Dinding di sayap sebelah kiri sudah bocor. Bagaimana mungkin kolam bisa terisi air sesuai yang kita inginkan," ujar warga sekitar proyek, W. Banjarnahor (53) kepada hetanews.com, Senin (5/11/2018). 

Selain itu, kata Banjarnahor, gundukan tanah yang ditimbun di sisi sayap kanan dari kolam tersebut sudah longsor. Hal itu mengakibatkan badan kolam semakin menyempit. Jika tidak ditangani secepatnya, kemungkinan besar kolam tersebut tak bisa difungsikan sesuai harapan masyarakat. 

Pantauan hetanews.com di lapangan, kondisi kolam Tambok Ganjang memang sangat mengkhawatirkan. Di tengah-tengah kolam terlihat beberapa tumpukan rerumputan yang mengambang sehingga kolam terkesan sangat kotor. 

Terpisah, Koordinator PM KITA-PD (Perkumpulan Masyarakat Koalisi Independen Transparansi Anggaran Pusat dan Daerah) Wilayah Sumatera Utara,  Hotbel  Banjarnahor sangat menyayangkan hasil dari pengerjaan proyek yang tak sesuai juknis tersebut. Hal itu disebabkan kurangnya pengawasan dari BWSU.

Hotbel juga menyayangkan proses penaburan benih ikan jenis nila yang lakukan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Humbahas karena terkesan dipaksakan. Mengingat kondisi kolam yang masih belum memungkinkan.

"Debit air belum sesuai. Juga sampah-sampah di tengah kolam bahkan akan mengganggu proses perkembangan ikan. Jadi langkah mereka (Dinas Peternakan dan Perikanan) adalah sia-sia," ujar Hotbel.

Pendapat Hotbel langsung disanggah Kepala Dinas  (Kadis)  Peternakan dan Perikanan Humbahas,  Luhut Marbun, yang dikonfirmasi melalui Kabid Perikanan, Rudi H Simamora mengatakan, proses penaburan benih ikan tersebut tak ada kaitannya dengan  pembangunan proyek tersebut. Karena penaburan benih ikan tersebut sudah dimohonkan oleh masyarakat setempat sejak setahun yang  lalu. 

"Benih ikan yang kita taburi, yakni jenis nila dan tawen sudah lama diminta warga.  Setelah kita cek di lapangan, kita jumpai ada kolamnya, lalu kita taburkan benih. Jadi tak ada keterkaitan kita dengan proyek itu," terang Rudi. 

Hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, pihak BWS Sumut II belum dapat dikonfirmasi. Nomor salah satu pengawas bermarga Sinaga tidak aktif.

Penulis: rachmat. Editor: anto.