HETANEWS

Sindiran Ruhut Sitompul: Sudah Ngebohong Tempe Setipis ATM, Sekarang Tempe Dijadikan HP

Jakarta, hetanews.com - Mantan Anggota DPR RI, Ruhut Sitompul menyindir sosok oknum yang mengatakan tempe setipis ATM. Sindiran tersebut dilontarkannya melalui cuitan di akun Twitter miliknya,  @Ruhutsitompul, Jumat (2/11/18).

Ruhut Sitompul menilai bahwa sosok yang mengatakan tempe setipis ATM sudah tidak ada malu.

Terlebih sosok tersebut menjadikan tempe seperti handphone. "Ini Manusia tdk ada Malunya, “sudah Ngebohong Tempe setipis Kartu ATM, sekarang makin Stresssssss Tempe dijadikan Hand Phone, perlu diperiksa X panasnya makin tinggi ha ha ha ka’cian deh” #01SalamSatuJempol MERDEKA," tulisnya.

Siapakah sosok yang dimaksud Ruhut Sitompul tersebut? Diketahui sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno mengaku mendapat keluhan dari emak-emak di pasar.

Emak-emak tersebut bercerita bahwa saat ini tempe setipis ATM. Lantas, Sandiaga mengatakan kepada media sebagai wujud penyampaikan keluhan.

Menurut dia, hal itu disampaikannya saat berbincang dengan warga Duren Sawit, Jakarta. "Kalau misalnya teman-teman itu mengartikannya sebagai suatu jeritan masyarakat, iya. Apakah ini hiperbolisme? Mungkin iya. Tapi menurut saya itu yang disampaikan masyarakat dan kita enggak boleh mendiskreditkan, mem-bully," kata Sandiaga, di Jakarta, Selasa (11/9/2018) lalu. 

Tak hanya itu, Sandiaga Uno juga memiliki berbagai sebutan terkait ukuran tempe seperti tempe sachet seperti sampo, tempe segede Ipad hingga tempe segede Hp jadul.

Istilah baru tersebut disampaikan oleh Sandiaga saat berkunjung ke Pasar Projosari, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Bahkan Sandiaga juga menyinggung para pedagang, bahwa lebih memilih berjualan di luar pakai tenda daripada di dalam pasar. 

"Pedagang di Pasar Sukamelang Subang ini lebih memilih untuk berjualan di luar dibandingkan di dalam, padahal di dalam sudah tersedia lapak berjualan untuk para pedagang. Alasannya karena di dalam sepi, lebih laris di luar. Ini yang perlu dibenahi. Pasarnya harus ditata sehingga lebih rapih dan bersih. Masyarakat jadi merasa nyaman masuk ke dalam pasar, dan pedagang pun senang.

Kita tidak ingin tradisi masyarakat Indonesia berbelanja di pasar sampai pudar. 70% ekonomi kita ada di pasar tradisional. Kita harus mampu memajukan pasar tradisional dan mensejahterkan para pedagangnya," tulis Sandiaga Uno.

Lantaran kritikan tersebut kerap dilontarkan pihak oposisi, Jokowi lantas mengunjungi pasar Tradisional di Jalan Roda, Kota Bogor, Jawa Barat.

Melalui akun Instagram @jokowi pada Rabu (31/10/18), Jokowi mengaku mengunjungi pasar pada saat tengah malam.

Jokowi menyatakan bahwa beberapa jenis sayur dan buah mengalami kenaikan harga dan penurunan harga.

Hal tersebut Jokowi dengarkan langsung dari pedagang. Mendengar pengakuan pedagang, Jokowi lantas menyatakan bahwa harga di pasar sejalan dengan kondisi makro ekonomi dan sesuai besaran inflasi di bawah 3,5 persen.

Dengan demikian, menurut Jokowi harga kebutuhan pokok termasuk stabil.

"Harga sawi hijau turun dari 8.000 menjadi 7.000 rupiah per kilogram, buncis dari 16.000 menjadi 12.000. Harga buah alpukat naik dari 20.000 jadi 25.000 rupiah per kilogram dan ayam potong dari 30.000 jadi 35.000.

Ini saya dengar langsung dari para pedagang sayur, penjual tempe, dan pemasok ayam yang temui di Pasar Bogor, pasar tradisional di Jalan Roda, Kota Bogor. Saya datang ke sana tengah malam tadi, di luar agenda kerja agar mendapatkan gambaran harga-harga komoditas yang sebenarnya.

Dan harga naik atau turun, itu biasa dalam perdagangan. Kalau pasokan sedikit, harganya naik sedikit. Dan sebaliknya. Harga antara petani atau peternak dengan konsumen haruslah seimbang. Kalau harga ayam atau sayuran terlalu rendah, peternak dan petani teriak rugi. Kalau terlalu mahal, yang teriak ibu-ibu pembeli.

Harga komoditas di pasar yang saya temui ini sejalan dengan kondisi makro ekonomi kita, sesuai dengan besaran inflasi yang di bawah 3,5 persen. Inflasi stabil, harga di pasar juga stabil.," tulisnya.

Selain itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu juga memborong tempe.

saat melihat ukuran tempe, Jokowi menyebut bahwa tempe yang dibelinya berukuran besar. "Tadi ngelihat sendiri ya, tebal (ukuran tempenya)," katanya.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.