Siantar,hetanews.com- Rapat kerja Komisi III DPRD Siantar dengan  Dinas Perhubungan (Dishub), dalam pembahasan rancangan APBD TA 2019, di ruang Komisi III DPRD Siantar, Rabu (31/10/2018), masih menyinggung kondisi lalu lintas. 

Komisi III DPRD Siantar menilai, selama ini pihak Dishub tidak memiliki konsep untuk menanggulangi kemacetan, serta tidak adanya inovasi yang dilakukan dalam menata moda transportasi di kota Siantar.

Dan pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Esron Sinaga yang hadir beserta jajarannya, mengajukan program kerja tahun 2019 untuk menanggulangi kemacetan, dalam rangka menyambut hari besar dan pergantian tahun. 

Pihaknya (Dishub,red) mengajukan pendirian trafict light, di kawasan Simpang Dua yang dinilai sebagi titik kemacetan setiap tahun. 

Mendengar program itu, Hendra Pardede kembali menilai, bahwa program kerja yang disampaikan Dishub itu adalah program tahunan dalam rangka operasi pengendalian lalu lintas. Seperti operasi ketupat dan operasi lilin, yang setiap tahunnya memang diprogramkan lewat  anggaran yang disediakan, katanya.

"Bagaimana Pemko meyikapi ini, tiap tahun ini kan ada anggarannya. Masa program kerja di copy paste dari tahun lalu, kalau ini kan hanya momen tertentu saja. Bagaimana rutinitasnya?,"pungkas Anggota DPRD dari Fraksi Golkar itu. 

Sementara Anggota Komisi III lainnya, Frengki Boy Saragih juga mengatakan demikian. Program Dishub tersebut tidak memperhitungkan program yang lebih prioritas.