HETANEWS

Produk Susu Pasteurisasi Mengincar Pangsa Pasar Kediri

Penyuluhan sekaligus upaya meningkatkan pendapatan warga di sektor peternakan, terutama susu perah sapi dan kambing, Rabu (31/10/2018). (foto/dodik)

Kediri,hetanews.com- Niat untuk mengangkat kesejahteraan peternak susu perah, Unisma (Universitas Islam Malang) menggandeng Kodim 0809/Kediri, Pemkab Kediri serta Pemerintah Desa Jugo, dalam agenda TMMD 103, mengadakan penyuluhan sekaligus upaya meningkatkan pendapatan warga di sektor peternakan, terutama susu perah sapi dan kambing, Rabu (31/10/2018).

Cara pembuatan, Sri menjelaskan secara detail diawali menyiapkan semua bahan dan peralatan yang terbuat dari stainless steel dan dalam keadaan bersih. Selanjutnya, susu dimasukkan dalam tempat lain yang berisi air dan diresbus atau steam sampai susu mencapai suhu antara 50o hingga 60o celcius untuk susu kambing dan 65o hingga 70o celcius untuk susu sapi.

Gula dan cita rasa atau pewarna, selanjutnya dimasukan serta diaduk-aduk terus menerus, agar homogen dan menghindari terbentuknya kepala susu. Sambil menunggu susu selesai proses pasteurisasi, siapkan proses sterilisasi botol dan tutup pengemas.

Usai dilakukan sterilisasi, lakukan penyaringan susu yang sudah selesai untuk dilakukan pasteurisasi. Setelah itu, barulah memasukkan susu  kedalam botol pengemas, menutup botol, melakukan penyegelan, serta masukkan susu dalam lemari es atau freezer. Selanjutnya, susu siap dipasarkan.

Terkait sifat susu, Sri mengungkapkan akan kemungkinan yang bisa terjadi akibat susu mudah rusak karena kandungan airnya yang cukup tinggi, nilai gizinya lengkap yang akibatnya bakteri cepat berkembangbiak serta susu mudah menyerap bau-bauan.

“Agar susu lebih tahan lama, saya menyarankan agar susu harus segera disimpan pada suhu dingin, bisa di lemari es atau freezer,” jelas Sri.

Selain itu, Sri mengatakan keuntungan dari pasteurisasi, yaitu nutrisi susu tidak banyak berubah dan secara organileptik hampir sama dengan susu segar. Sri menambahkan, tujuan pasteurisasi ini sendiri ialah membunuh mikroorganisme pathogen, namun masih mengandung spora dan sel vegetatif yang dapat tumbuh berkembang.

Penyuluhan yang berlangsung di balai Desa Jugo ini diikuti peternak perah sapi maupun kambing, PKK Desa Jugo, Karang Taruna Desa Jugo, Ketua RT dan Ketua RW.

Editor: gun.