Tobasa, hetanews.com - Masyarakat Desa Siantar Utara (Siruar) mengeluhkan rusaknya jalan menuju bendungan Inalum yang disebabkan aktivitas truk pengangkut lumpur milik mitra Perum Jasa Tirta I (PJT1) yang melaksanakan normalisasi di Dusun Satu Desa Siantar Utara (Siruar), Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). 

A. Marpaung, salah seorang warga mengungkapkan, infrastruktur jalan menuju bendungan itu bukan hanya akses milik Inalum dan PJT1. Sebagian besar masyarakat Siruar juga menggunakan jalan itu sebagai akses menuju perkebunan. 

”Akibat aktivitas mobil karyawan dan truk pengangkut lumpur kondisi jalan ini sangat mengganggu kenyamanan warga yang melintas, Kondisinya becek dan berlumpur serta tergenang air saat musim penghujan, cukup meresahkan kami sebagai pengguna jalan ini,“. ungkap A. Marpaung kepada hetanews.com, Rabu (31/10/2018).

Kepala Dasa Siruar, Rumondang Sitorus mengaku sudah mengajukan perbaikan jalan rusak tersebut. "Suda kita ajukan kepada pihak Inalum dan Perum Jasa Tirta I (PJT1) sejak tahun 2017, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak tersebut," jelas Rumondang Sitorus.

Dirinya berharap agar Inalum dan PJT1 segera merealisasikan pengajuan untuk perbaikan jalan rusak tersbut, karena jalan tersebut sebagai akses masyarakat ke ladang dan mengangkut hasil bumi. "Itu harapan warga Desa Siantar Utara,” pungkas Rumondang Sitorus .