Fri 16 Nov 2018

Saksi Tak Dengar Jeritan Korban Saat Lion Air JT-610 Jatuh ke Laut

Proses pencarian korban dan puing pesawat Lion Air JT-610 oleh Basarnas

Jakarta, hetanews.com - Kapal laut AS Jaya 11 beserta 14 orang krunya merupakan pihak yang pertama kali melihat dan menemukan posisi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Ujung Karawang, Jawa Barat.

Kapal yang dinakhodai Rahmat ini dengan jelas melihat ekor pesawat berada di sebelah kanan kapal saat hendak menuju pelabuhan Marunda, Jakarta Utara, Senin (29/9).

Rahmat menyebutkan, saat hendak mendekati lokasi ekor pesawat yang berjarak sekitar 1 mil, tiba-tiba ekor tersebut tak terlihat lagi. Ia dan rekan-rekannya akhirnya hanya menemukan puing-puing pesawat.

Rahmat Nakhoda AS Jaya 11
Rahmat Nakhoda AS Jaya 11.

“Yang saya lihat itu ada serpihan batang kursi, terus pelampung, terus ada tas-tas dan lainnya,” ujar Rahmat kepada kumparan di Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara, Selasa (30/10) .

Saat setibanya di lokasi, Rahmat juga tidak bisa bertindak apa-apa selain mencoba menyelamatkan barang-barang yang terapung tersebut.

Korban dan puing pesawat Lion Air JT-610 , Basarnas
Proses pengangkatan korban dan puing pesawat Lion Air JT-610 oleh Basarnas 

Ia juga mengaku tak bisa mendengar suara teriakan minta tolong atau melihat gelembung napas dari dalam air karena jarak yang cukup jauh.

“Tidak ada (teriakan), jarak kami 1 mil. Jadi teriakan dan suara seandainya ada, tidak kedengaran,” tambahnya.

Tak berapa lama berselang, tim evakuasi dari Basarnas tiba di lokasi untuk melakukan pencarian. “Sekitar jam 9.45 WIB kita meninggalkan lokasi dan menyerahkan semua barang-barang yang kita sudah amankan,” pungkasnya.

Pesawat Lion Air JT-610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, 13 menit setelah lepas landas. Pesawat berjenis Boeing 737 MAX 8 ini diketahui baru beroperasi sekitar 2 bulan.

 

 

sumber : kumparan.com

simak videonya

Penulis: -. Editor: sella.