HETANEWS

Pangulu Dolok Ulu Cicil Kerugian Negara Kasus Dandes 2016

Supriono, pangulu Dolok Ulu saat menyerahkan sebagian uang kerugian negara. (foto/ay)

Simalungun,hetanews.com- Pangulu Dolok Ulu, Kecamatan Tapian Dolok, mencicil dugaan korupsi Dana Desa (Dandes) Tahun 2016. Uang senilai Rp.25 juta, diterima tim jaksa, Senin (29/10/2018).

Uang tersebut, langsung disetor ke kas negara oleh petugas, Faozi Dhuhu. Hal itu dibenarkan Kajari,  Irvan Paham PD Samosir,  melalui Kasi Pidsus, Rendra Y Pardede SH. "Kita ada menerima pengembalian kerugian negara, sebagian,"kata Rendra, tanpa menyebut total seluruh kerugian.

Kasus ini sudah ditangani jaksa sejak 5 bulan lalu, seluruh saksi sudah dipanggil hanya menunggu hasil perhitungan dari inspektorat. Kejari Simalungun juga telah melakukan ekspos ke Kajatisu, beberapa waktu lalu.

"Setelah eksposs di Kejatisu, kita hanya tinggal menunggu hasil audit dari  Inspektorat Simalungun, terkait besarnya kerugian yang ditimbulkan,"kata Rendra didampingi Juna Karo Karo yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/9/2018) lalu.       

Pengusutan dugaan kasus korupsi yang diduga dilakukan RRS, oknum Pangulu Nagori Bandar Pulo, Kecamatan Bandar Simalungun, dan SU Pengulu Dolok Ulu Kecamatan Tapian Dolok,  sudah ditangani tim jaksa Penyelidik Kejari Simalungun, sejak Maret 2016, lalu.       

Kedua oknum pangulu itu juga sudah diperiksa dan dimintai keterangan, bersama ratusan saksi dan seluruh panitia  dan pengusaha matrial maupun toko yang terlibat dalam pekerjaan bangunan maupun kegiatan pelatihan yang menggunakan Dandes tersebut, jelas Pardede.     

Pangulu RRS dan SU, merupakan 30 dari pengulu yang diadukan terkait penyimpangan Dandes TA 2016 senilai Rp.600 juta.

Penulis: ay. Editor: gun.