HETANEWS

Minta Sukran Tanjung Ditangkap, Puluhan Massa HIMMAH Geruduk Kantor Kejati

Massa saat berorasi, di depan kantor Kejati Sumut. (foto/dian)

Medan,hetanews.com- Puluhan massa dari Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara (Sumut), menggeruduk kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Senin (29/10/2018). 

Mereka menuntut, agar mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung, segera ditangkap dalam kasus dugaan penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kordinator aksi, Sukri Sitorus, menyampaikan, agar Kejatisu menangkap dan memenjarakan mantan Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung dan Amirsyah Tanjung dalam kasus TPPU, terkait sejumlah proyek di Kabupaten Tapteng.

Dijelaskan Sukri Sitorus, kasus tersebut sudah ditangani oleh Kejatisu, beberapa bulan yang lalu, setelah dilimpahkan pihak kepolisian. 

"Namun, sampai hari ini, belumada  kejelasan hukum terhadap tersangka. Tangkap Sukran Jamilan Tanjung dan Amirsyah Tanjung," teriak Sukri.

Sukri mendesak pihak Kejatisu untuk segera memberikan keputusan hukum yang pasti tanpa ada intervensi dari pihak manapun.  

Massa saat berorasi, di depan kantor Kejati Sumut. (foto/dian)

"Karena hukum difungsikan untuk mengatur tatanan berkehidupan masyarakat, maka hukum wajib ditegakkan dan bukan untuk diciderai," ujar Sukri.

Setelah dua jam berorasi, massa HIMMAH Sumut, akhirnya ditemui Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian.

Sumanggar, mengucapkan terimakasih kepada massa HIMMAH yang terus berkontribusi aktif dalam menyampaikan informasi, demi terciptanya Sumut yang bersih dari korupsi.

Baca juga: Poldasu Secepatnya Limpahkan Sukran Tanjung ke Jaksa

Dikatakan Sumanggar, perkara Sukran Jamilan Tanjung dan Amirsyah Tanjung sudah dilakukan penyelidikan secara materil dan formil. Pihaknya juga sudah menyurati pihak Polda Sumut. 

"Sudah terbit P21, tinggal kita menunggu kepolisian dan berkoordinasi dengan pengadilan terkait putusan hukum. Kami komitmen memberantas korupsi dan itu menjadi prioritas bapak Fachruddin, selaku Kejatisu yang baru," jelas Sumanggar.

Usai mendengar penjelasan Sumanggar, massa berjanji akan terus mengikuti perkembangan kasus tersebut hingga tuntas, sampai ke persidangan. "Kami tunggu komitmen kejaksaan menuntaskan kasus ini," bilang massa sembari membubarkan diri.

Penulis: dian. Editor: gun.