HETANEWS

Peringati Sumpah Pemuda, RUSU Gelar Festival Seni Budaya

Komunitas Ruang Suara usai menggelar acara festival kebudayaan memperingati Hari Sumpah Pemuda. (foto/pranoto)

Siantar, hetanews.com- Memperingati hari Sumpah Pemuda, komunitas Ruang Suara (RUSU), menggelar festival karya seni budaya bertemakan semangat kepemudaan.

Acara tersebut digelar, di Pininta Coffe, Jalan M.H Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, kemarin.

Ketua panitia, Basri Fransisco, kepada hetanews.com, mengatakan, festival kebudayaan dan seni yang digelar RUSU, merupakan apresiasi terhadap tokoh pemuda, sekaligus pahlawan nasional yang hingga hari ini masih menjadi catatan sejarah perjuangan bangsa.

Pembacaan puisi oleh anggota Ruang Suara, Hasbi Siregar. (foto/pranoto)

"Perjuangan bangsa ini untuk merdeka, ditandai dengan adanya sumpah pemuda. Sudah saatnya kita tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan, mari kita berjuang dengan kemampuan yang kita miliki," katanya.

RUSU yang beranggotakan mahasiswa/i dari berbagai jurusan ini, menyadari akan pentingnya mengingat sejarah, dan mengaktualisasikan kembali dengan melihat serta mempertimbangkan aspek kehidupan masyarakat sekitarnya.

"Banyak dari kita yang punya potensi, namun berjalan sendiri-sendiri. Kenapa kita tidak bersatu, menyatukan ide itu, dari kita dan untuk kita, ini roh dari festival yang diselenggarakan Rudi kali ini," ujar mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Simalungun ini.

Penampilan grup band Komunitas Doyan Senyum. (foto/pranoto)

Dalam festival itu, turut dihadiri sejumlah organisasi kepemudaan pegiat seni budaya yang ada di Siantar -Simalungun, termasuk pameran buku-buku dari komunitas perpustakaan jalanan Serbelawan. Pembacaan puisi yang memukau dari Hasbi Siregar, dan penampilan grup band, Komunitas Doyan Senyum (KDS Band), Viet Tien Band, Overdrive Band, dan sejumlah kegiatan lainnya.

Di akhir acara, komunitas RUSU berharap, pemerintah daerah mampu menyediakan ruang kreasi bagi pemuda-pemudi, dengan tetap memperhatikan kearifan lokal masyarakat.

"Pemerintah daerah segera lah bangkit dari tidur panjangnya, dan rangkulah pemuda. Sediakan ruang kreativitas bagi pegiat seni budaya," ujar komunitas yang diwakilkan Basri, selaku ketua panitia.

Penulis: pranoto. Editor: gun.