HETANEWS

Berkampanye di Media Cuma Boleh 21 Hari, Ini Ketentuannya

Kantor Bawaslu Sumut. (foto/dn)

Medan, hetanews.com - Komisioner Bawaslu Sumatera Utara, Suhadi Sukendar Situmorang menjelaskan tahapan Kampanye Pemilu 2019 merupakan tahapan yang paling panjang yakni mencapai tujuh bulan.

Hal itu disampaikan Suhadi kepada wartawan ketika memberikan Sosialisasi Pengawasan Kampanye Pemilu 2019, Senin (29/10/2018). Suhadi menjelaskan bahwa dari tahapan Pemilu 2019 panjangnya tahapan kampanye diharapkan bisa memberikan kesempatan bagi peserta Pemilu 2019 untuk mensosialisaikan programnya kepada masyarakat.

”Tugas Bawaslu dalam pengawasan kampanye ini sudah jelas yakni Pengawasan, Pencegahan dan Pendindakan,” sebut mantan Komisioner KPU Samosir ini.

Suhadi menjelaskan bahwa kampanye di iklan di media massa hanya berlaku selama 21 hari sebelum masa tenang, yakni pada tanggal 24 Maret 2019-13 April 2019. Suhadi menjelaskan kalau ada peserta Pemilu 2019 yang berkampanye di media massa di luar jadwal yang telah disebutkan tersebut maka itu merupakan sebuah pelanggaran.

Dijelaskan Suhadi secara pribadi dirinya sangat tidak sependapat ada pembatasan kampanye di media massa sebab membatasai sosialisasi peserta Pemilu 2019 ke masyarakat.

Berikut aturan main materi iklan di media cetak dan elektronik yang yakni, 10 spot paling lama 30 detik perstasiun televisi perhari, 10 spot paling lama 60 detik perstasiun televisi perhari, 810 mm atau 1 halaman media cetak perhari, 1 baner media jaringan perhari, dilaksanakan selama 21 hari (24 Maret- 13 April 2018). 

Larangan materi iklan dalam bentuk tayangan dan berita, melebihi jumlah spot dan durasi dan menjual blocking sgement/blocking time. 

Baca juga: Bawaslu Sumut: Ujaran Kebencian Masuk Dalam Daftar Pelanggaran Pemilu 2019

Penulis: dn. Editor: anto.