HETANEWS

Bupati Karo: Debu Vulkanik Sinabung Bisa Diolah jadi Semen

Bupati Karo, Terkelin Brahmana didampingi Kepala Bappeda, Nasib Sianturi, tampak serius melihat pemaparan Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan, Agus Sarwono tentang cara kerja mesin penolahan debu Sinabung, menjadi bahan bangunan berbasis semen. (foto/charles)

Karo,hetanews.com- Bupati Karo, Terkelin Brahmana, didampingi Kepala Bappeda, Nasib Sianturi, tinjau gedung unit produksi yang akan mengolah debu vulkanik Sinabung, menjadi bahan bangunan berbasis semen yang telah selesai dibangun, di kompleks workshop Dinas PUPR, desa Korpri, kecamatan Berastagi, Kamis petang (26/10/2018), lalu.

Kedatangan Bupati Karo, disambut Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan, Agus Sarwono dan Kasie Penyelenggaraan Tehknik, Dany Cahyadi dan puluhan warga dari sejumlah desa yang sedang mengikuti sosialisasi dan alih tekhnologi pemanfaatan mesin pengolah material abu Sinabung, di gedung unit produksi yang akan mengolah debu vulkanik Sinabung, menjadi bahan bangunan berbasis semen.

"Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, semoga nantinya masyarakat kita di seputaran Gunung Sinabung bisa terbantu ekonominya dengan selesainya pembangunan gedung unit produksi yang akan mengolah material debu vulkanik Sinabung menjadi bahan bangunan berbasis semen, seperti conblock, panel beton dan paving block yang kualitasnya sudah diakui oleh para ahlinya," ujar Terkelin Brahmana.

Terimakasih kepada pemerintah pusat melalui pusat penelitian dan pengembangan perumahan dan permukiman yang telah menepati janjinya membangun gedung unit produksi pengolahan material debu vulkanik Gunung Api Sinabung, berbasis semen, ujar Bupati.   

Pada bulan Agustus, lalu, di Bandung, Pemkab Karo dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman, sepakat menandatangani MoU, terkait pengembangan teknologi bahan bangunan berbasis semen dari material erupsi vulkanik Gunung Sinabung. Selanjutnya, penandatanganan MoU itu, ditindak lanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerjasama Pusat Pemelitian dan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo, Paten Purba.

 “Nah, sekarang hasilnya sudah bisa kita lihat bersama-sama, bagaimana gedung unit produksi ini bekerja, mengolah debu vulkanik Gunung Sinabung menjadi conblock, panel beton dan paving block yang nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selanjutnya di tahun 2019, direncanakan membangun rumah contoh yang berasal dari abu vulkanik Gunung Sinabung,” ujar Terkelin, sembari dengan serius melihat cara kerja mesin pencetak debu vulkanik menjadi bahan bangunan berbasis semen.   

“Diharapkan supaya pelatihan pengolahan di gedung unit produksi di buat bergiliran dengan sejumlah desa-desa yang terdampak sehingga tenaga-tenaga yang sudah terampil bisa dimanfaatkan mendorong peningkatan perekonomian desa,”ujarnya lagi.

Namun demikian, Bupati Karo mengingatkan, agar gedung unit produksi dikelola dengan penuh tanggungjawab.

“Manfaatkanlah gedung unit produksi ini sebaik-baiknya, namun harus bertanggungjawab dalam pengelolaanya. Kalau pelatihannya nanti sudah selesai, bisa juga dana ADD masing-masing desa seputaran desa-desa terdampak membangun gedung unit produksi dengan cara pengelolaanya melalui BUMDes,” harap Bupati.

Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan, Agus Sarwono yang wilayah kerjanya, meliputi seluruh Propinsi di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan, memaparkan, bahwa pasir gunung api Sinabung sangat baik digunakan untuk bahan beton. Ujung silika yang runcing membentuk partikel yang memiliki sudut. Pola partikel bersudut itulah yang membuat ikatan pasir gunung api dengan semen menjadi lebih kuat.

"Pasir gunung api juga memiliki kandungan lempung yang sangat sedikit. Selain membuat beton semakin kuat, sedikitnya lempung juga akan meningkatkan daya tahan beton dan membuat tingkat kekeroposan beton lebih rendah,"ucapnya.

Penulis: charles. Editor: gun.