HETANEWS

Jokowi Sindir Politik Sontoloyo, Sandi Ingin Milenial Ojo Loyo

Sandiaga Uno pamer tempe berukuran HP jadul

Jakarta, hetanews.com - Cawapres 02, Sandiaga Uno mengusung jargo 'milenial ojo loyo' sebagai tandingan atas ucapan Presiden Jokowi soal politik sontoloyo yang diungkapkan belum lama ini. Sandi menilai di tahun 2019 ada kesempatan bagi generasi milenial merebut peluang dan menjadi penggerak ekonomi Indonesia. Sandi juga tidak ingin terpancing dengan sindiran Jokowi terkait politisi sontoloyo itu.

"Enggak ada komentar, saya bilang ke anak muda ayo, milenial ojo loyo, ojo loyo. Ini kesempatan kita 2019 ojo loyo, kita harus semangat, ekonomi kita harus kita bangkitkan dan di bawah Prabowo-Sandi, fokusnya adalah ekonomi. Jadi ekonomi harus ojo loyo," ujar Sandi di SMA Pangudi Luhur, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10).

Sandi membeberkan salah satu program yang akan dikerjakan nanti ketika terpilih adalah sebisa mungkin berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar bisa bersaing dengan negara-negara lain.

"Ada semua, program-program berkaitan dengan memastikan ibu-ibu dan anak-anak minuk susu, sosialisaskan juga. Pertanian kemarin kami di Brebes, bersama di Desa Larangan bersama dengan petani bawang, ada tentang konsep kesehatan industri. Kesehatan bagaimana BPJS dikelola dengan baik, semua masuk," urainya.

Kendati demikian, dari semua aspirasi masyarakat yang ditemuinya rata-rata mengeluhkan mengenai lapangan pekerjaan yang sulit dan harga-harga yang serba mahal. Ia berkomitmen, bisa mengatasi hal tersebut apabila diberikan kepercayaan memimpin Indonesia.

"Tapi rata-rata yang keluar masalah pekerjaan dan harga-harga yang membebani, karena dua itu top of mind, dua-duanya terus, top of mind itu ekonomi, karena ekonomi selalu mendominasi setiap percekapan saya sama masyarakat," pungkasnya.

Jokowi, IdeaFest 2018
Jokowi di IdeaFest 2018, Jumat (26/10/2018).

Sebelumnya, Presiden Jokowi kesal karena rencana kebijakan dana kelurahan yang hendak diterbitkannya dikritik oleh berbagai pihak. Padahal, dana kelurahan itu diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat. Namun, banyak pihak menilai kebijakan dana kelurahan itu politis untuk kepentingan Pilpres 2019.

"Itulah kepandaian politikus untuk mempengaruhi masyarakat, hati-hati, banyak politikus baik-baik, tapi banyak juga politikus sontoloyo," kata Jokowi.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.