HETANEWS

Sopir Taksol Lepas dari Sekapan saat Pelaku Tertidur dan Hubungi Adiknya Anggota Polri

Ketiga tersangka yang diamankan Polisi. (foto/jat)

Medan,hetanews.com- Pada saat pelaku tertidur, korban Mikael Sihotang (29), memiliki kesempatan melarikan diri dari sekapan pelaku. Dan saat itu, warga jalan Harmonika Baru, Gang Intan No 5, Kelurahan Medan Selayang ini, membawa salah satu handphone miliknya yang sedang dicas oleh pelaku.

Setelah korban dapat keluar dari kamar Hotel Meliala tersebut, korban langsung berusaha untuk menghubungi adiknya, anggota Polri yang bertugas di Polres Binjai. Dan selang waktu tidak berapa lama, adik korbanpun tiba di lokasi.

Selanjutnya korban dan adik korban tersebut, sempat ke Hotel Meliala,  namun pelaku tidak berada di dalam kamar hotel tersebut.

Mereka sempat mencari para pelaku di sekitar Hotel Meliala, namun tidak bertemu dengan para pelaku. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan untuk ditindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.

Setelah korban membuat laporan ke Polrestabes Medan, selanjutnya Timsus Satreskrim Polrestabes Medan melakukan cek TKP dan menyita rekaman CCTV dari Hotel Hawai dan kemudian melakukan penyelidikan terhadap seorang perempuan yang pernah diantar oleh korban ke Rutan Pancur Batu.

Setelah melakukan penyelidikan yang mendalam dan setelah mengantongi identitas para pelaku, selanjutnya Tim Sus Sat Reskrim Polrestabes Medan, berhasil menangkap perempuan tersebut yang bernama Auryn Kenekeysia dan setelah dipertemukan kepada korban, perempuan tersebut mengakui perbuatannya dengan teman-temannya,  bernama Budi  Hardi (33), warga jalan Persatuan, komplek Lazia Garden III no 5, Alvy Syahrin Surbakti Alias Alvi (27), warga jalan Jemari Gang Kelapa Dua No 1, Kelurahan Pulo Brayan, Nurhayani Alias Naya (tertangkap) (33) warga jalan Permasyarakatan No 5 Tanjung Gusta dan FE (DPO).

Baca juga: Dijebak Penumpang Cewek, Sopir Taksol Dirampok Sindikat Pria Mengaku Polisi

Namun saat Budi Hariadi alias Budi ditangkap dan diminta menunjukkan keberadaan tersangka lainnya, dia malah berupaya melarikan diri dengan cara memukul petugas.

Selanjutnya petugas mengejar tersangka dan melakukan penembakan peringatan sebanyak 3 kali di udara, namun tersangka tidak mengindahkannya. Sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kaki tersangka.

Budi pun roboh diterjang timah panas petugas. Selanjutnya tersangka diboyong ke RSU Bhayangkara untuk diobati dan kemudian membawanya ke Polrestabes Medan untuk proses penyidikan.

Penulis: jat. Editor: gun.