HETANEWS

Begini Sadisnya Pembunuhan Sekeluarga di Tanjungmorawa

Kapolda Sumut, Irjen. Pol. saat paparan kasus pembunuhan sekeluarga di RS Bhayangkara Polda Sumut, Medan. (foto/adr)

Medan, hetanews.com - Jika dilihat dari kronologis pembunuhan itu, pembantaian sekeluraga manager pabrik kacamata PT Domas Intiglas Perdana di Keamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara itu terbilang sangat kejam. Para pelaku menghabisi nyawa korban dengan sangat keji dan begitu berutal.

Baca juga: Jenazah Tersangka Pembunuhan Sekeluarga Tiba di RS Bahyangkara Medan

Begini kronologisnya, pembantaian itu ditenggarai saling ejak antara korban, Sumiati dan Mujahir dengan para pelaku, Agus, Rio dan Dian. Korban, Sumiati kerap mengejek tersangka Agus dengan sebutan 'Rombongan Gaja'. Ucapan itu, ternyata diingat oleh Agus hingga menjadi dendam. 

Baca juga: Kapolda Sumut Paparkan Pelaku Pembunuhan Sekeluarga, 1 Tewas, 2 Lumpuh Dipelor

Puncaknya, Senin (9/10/2018), para tersangka mendatangi dan menemui korban di rumahnya. Kepada pasangan suami istri itu, para tersangka berlasan hendak meminjam mobil. Nah, ketika korban sedang lengah. Agus langsung memukul kepala Muhaji dengan batubata. 

Jasad M. Solihin, putra bungsu Muhajir saat ditemukan, Minggu (14/10/2018). (foto/adr)

Kemudian, Rio masuk ke dalam rumah dan langsung mengikat tangan dan kaki korban dengan lakban. Detik berikutnya, Rio dan Agus menangkap Suniati dan turut mengikat kaki dan tangannnya serta menutup mulutnya dengan lakban. Terakhir, para pelaku menangkap anak korban, Solihin. Oleh para pelaku, kaki, tangan Solihin diikat dengan lakban, serta mulutnya ditutup dengan lakban. 

Detik berikutnya, para pelaku mengumpulkan korban di ruang tamu rumah dijaga oleh Rio. Sedangkan Agus mengambil mobil dengan diantar oleh Dian. Sesaat setelah mengambil mobil, para tersangka mengangkat para korban ke dalam mobil dan membawa mereka ke salah satu jembatan di wilayah Kecamatan Telun Kenas, Kabupaten Deliserdang. Di situ, para pelaku membuang para korban hidup-hidup ke dalam sungai hingga tewas terseret derasnya arus. Sadis!! 

Penulis: adr. Editor: anto.