HETANEWS

Tanjungbalai Mempunyai Produk Khas Batik, Ini Namanya

Ketua Dekranasda, Sri silvita Novita. (foto/ferry)

Tanjungbalai,hetanews.com- Setelah sekian lama dinantikan, akhirnya Kota Tanjungbalai, kini resmi memiliki batik khas daerah. Perjalanan lahirnya batik Tanjungbalai terinspirasi dari perkembangan batik nasional yang telah mendunia dan telah diakui UNESCO, pada 2 Oktober 2009 menjadi Warisan Budaya Dunia.

Hal ini menjadi semangat saya bersama Dekranasda dan PKK Kota Tanjungbalai melakukan study banding ke beberapa daerah, diantaranya Kota Medan, Solo dan Jogjakarta yang telah dikenal sebagai daerah penghasil batik nasional, ujar ketua Dekranasda, Sri Silvisa Novita Muhammad Syahrial, Senin (22/10/2018).

Saya berharap kehadiran batik tanjungbalai yang diberi nama "Batik Kito" artinya Batik Kita dan merupakan Batik Kebanggaan Kota Tanjungbalai, ujarnya. 

Istri Wali Kota ini mengatakan, “motif kerang saya pilih karena merupakan ikon kota Tanjungbalai yang sejak lama dikenal di indonesia. Saya berharap "Batik Kito" yang merupakan Batik Khas Tanjungbalai dapat diterima Masyarakat Tanjungbalai dan Sumatera Utara serta Indonesia nantinya, “tambahnya. 

Ini semua tidak terlepas dari dukungan Pemko Tanjungbalai yang selalu mendukung Dekranasda untuk memperkenalkan batik Tanjungbalai diberbagai event dan pameran, ujar Sri Silvisa Novita.

Sementara itu , Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, berharap batik karya seniman dan seniwati Kota Tanjungbalai tersebut mendapat apresiasi dan diterima dari seluruh warga Tanjungbalai dan dapat dijadikan salah satu kebanggaan Kota Tanjungbalai, setelah sebelumnya Tanjungbalai dikenal dengan ikon Kota Kerang.

Untuk mewujudkan lahirnya batik Tanjugbalai ini yang dilatarbelakangi motif Kerang.

”Lokalitas budaya yang ditampilkan di batik ini, diharapkan dapat mendorong kreativitas ataupun inovasi para seniman untuk lebih menggali kembali khasanah budaya Kota Tanjungbalai yang masih perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen masyarakat Tanjungbalai ,” ujar Wali Kota.

Wali Kota berharap dengan adanya "Batik Kito " dapat dijadikan sebagai sarana memperkokoh rasa memiliki dan kecintaan terhadap Kota Tanjungbalai. ”Saya yakin dan percaya, sebuah bangsa akan menjadi bangsa yang maju dan besar, di saat masyarakatnya mampu menghormati dan menghargai buah karya para senimannya,” ujarnya lagi.

Terkait motif batik khas Tanjungbalai yang telah diresmikan tersebut, orang nomor satu di Tanjungbalai ini mengatakan, batik Tanjungbalai yang diberi nama "Batik Kito" oleh tokoh Inspiratornya merupakan cerminan dari kekhasan dan keunikan dari sebuah kota yang ingin menampilkan potensi dan keunggulannya. 

Mengenai corak serta tampilan yang cerah bermotif  kerang, menggambarkan semangat dan gairah untuk senantiasa menghasilkan prestasi dan karya gemilang dari kota Kerang yang telah dikenal di Sumatera Utara bahkan Indonesia. 

Begitu pula dengan potensi-potensi lokal seperti batok kelapa, kerajinan kerang, dan kerajinan eceng gfondok, juga diselaraskan guna memajukan produk unggulan dan industri kreatif  Kota Tanjungbalai.

Penulis: ferry. Editor: gun.